Yuk, Mulai Kenalan dengan Asesmen Nasional !

Kamu pasti sudah tahu bahwa Ujian Nasional bagi pelajar SD hingga SMA sederajat sudah dihapuskan? Meskipun UN sudah tidak ada lagi, namun ada pengganti dari ujian tersebut, namanya adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Nah, soal-soal AKM ini terdiri dari dua bagian, yaitu asesmen pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi membaca) dan asesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi).

Dilansir dari ditpsd.kemdikbud.go.id, literasi membaca ialah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan bentuk-bentuk teks tertulis yang dibutuhkan oleh masyarakat dan dihargai oleh individu. Jadi, pembaca diharapkan bisa membangun makna dari teks dalam berbagai bentuk.

Pelajar membaca bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi supaya bisa berpartisipasi dalam lingkungan bermasyarakat. Konteks yang ada dalam literasi sendiri ialah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Adapun teks informasi dimana peserta didik dapat memperoleh fakta, data dan informasi untuk pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah. Tidak hanya itu, ada juga konteks personal, sosial budaya dan saintifik, lho!

Nah, lain halnya dengan numerasi, konteks personalnya berfokus pada aktivitas seseorang, keluarga atau kelompoknya. Setelah itu, konteks sosial budaya pun ada dan berkaitan dengan masalah komunitas atau masyarakat, baik itu lokal atau daerah, nasional maupun global.

Konteks santifiknya ialah berkaitan dengan aplikasi matematika di alam semesta dan isu serta topik yang berkaitan dengan sains dan teknologi. Lalu, untuk level kognitif, numerasi memiliki konteks pemahaman (knowing), aplikasi (applying), dan penalaran (reasoning).

Tahukah kamu?

Bentuk-bentuk soal AKM ini berupa pilihan ganda, menjodohkan, lalu esai atau uraian. Pilihan ganda ini kompleks dan isian atau jawaban singkat, lho. Soal pilihan ganda sendiri terdiri dari pokok soal dengan beberapa pilihan jawaban yang terdapat satu jawaban yang benar.

Ada minimal 3 pernyataan dalam soal pilihan gandaa yang kompleks, terdiri dari pokok soal dengan beberapa pernyataan. Pernyataan dapat diikuti kolom pilihan jawaban “ya atau tidak”, “benar atau salah” dan “lebih dari 2 pilihan jawaban”.

Pelajar juga bisa menjawab dengan memberi tanda centang pada kolom yang sesuai dan mereka memberi tanda centang di setiap pernyataan yang benar pada kotak depan pernyataan. Nah, jawaban menjodohkan  sendiri ialah mengukur kemampuan peserta tes dalam mencocokkan, menyesuaikan, dan menghubungkan antara dua pernyataan.

Bentuk soalnya terdiri atas dua lajur, lajur kiri untuk pokok soal dan lajur kanan untuk jawaban. Jumlah jawaban lebih banyak daripada jumlah pokok soal. Pelajar nantinya akan menjawab dengan cara menghubungkan pokok soal dengan jawaban yang tepat.

Sedangkan untuk soal yang jawabannya singkat, jawaban dapat berupa frasa, kata, angka, atau simbol. Soal isian juga harus disusun dalam kalimat berita, sedangkan soal jawaban singkat disusun dalam bentuk pertanyaan.

Kalau soal essay adalah soal yang menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengemukakan atau mengekspresikan gagasan- gagasan dalam bentuk uraian tertulis. Pelajar tidak perlu khawatir, karena akan disediakan pedoman pen-skor-an yang digunakan sebagai acuan dalam pemberian skor. Skor akan disesuaikan dengan kompleksitas jawaban.

Pada intinya, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua pelajar untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Mudahnya, konsep AKM dari dua materi ini ialah sebagai berikut:

  • Literasi membaca adalah sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
  • Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Sumber:

http://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/mengenal-lebih-dekat-bentuk-soal-asesmen-kompetensi-minimum-akm-sekolah-dasar

https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/akm/frontpage/detail

Share to your beloved people

Leave a Reply

17 + 17 =