Yuk Belajar Sejarah, Inilah Asal-Usul Angka 60 dalam Waktu!

Tahukah kamu angka 60 dalam 60 detik didapatkan darimana? Hipparchus dan astronom Yunani menggunakan Teknik Astronomi yang sebelumnya dikembangkan dari Babilonia, tepatnya di Mesopotamia. Orang Babilonia ini membuat perhitungan astronomis dalam sistem sexagesimal (basis 60) yang mereka warisi dari bangsa Sumeria, lalu berkembang sekitar tahun 2000 SM.

Kendati demikian, tidak diketahui pasti mengapa 60 dipilih untuk menyatakan pecahan, namun bisa jadi karena 60 adalah bilangan terkecil yang habis dibagi enam bilangan asli yang pertama. Selain itu, habis dibagi 10, 12, 15, 20 dan 30. Walaupun tidak digunakan untuk perhitungan umum, sistem sexagesimal masih digunakan untuk mengukur sudut, koordinat geografis, dan waktu, lho!

Faktanya, baik permukaan jam yang melingkar maupun bola dunia ini berutang pada sistem numerik Babilonia yang berusia 4.000 tahun ini. Astronom Yunani, Eratosthenes (yang hidup sekitar tahun 276 hingga 194 SM) menggunakan sistem sexagesimal untuk membagi lingkaran menjadi 60 bagian untuk merancang sistem geografis di awal garis lintang dan dengan garis horizontal yang melintasi tempat-tempat terkenal di bumi perihal waktu.

Dilansir dari scientificamerican.com, Hipparchus menormalkan garis lintang, membuatnya sejajar dan patuh pada geometri bumi pada satu abad setelahnya. Ia juga merancang sistem garis bujur yang mencakup 360 derajat dan membentang dari utara ke selatan, dari kutub ke kutub pula.

Dalam risalah Almagest (sekitar tahun 150 M), Claudius Ptolemy menjelaskan dan memperluas karya Hipparchus dengan membagi masing-masing 360 derajat lintang dan bujur menjadi segmen-segmen yang lebih kecil. Setiap derajat dibagi menjadi 60 bagian, yang masing-masing dibagi lagi menjadi 60 bagian yang lebih kecil. Pada pembagian pertama, partes minutae primae, atau menit pertama, hanya dikenal sebagai “menit”. Segmentasi kedua, partes minutae secundae, atau “menit kedua”, dikenal sebagai detik.

Tampilan jam membagi satu jam menjadi dua, tiga, empat dan kadang-kadang bahkan 12 bagian, tetapi tidak pernah dengan 60 bagian. Faktanya, saat itu jam tidak secara umum dipahami berdurasi 60 menit. Bahkan sampai saat ini, banyak jam dan jam tangan memiliki resolusi hanya satu menit dan tidak menampilkan detik.

Berkat peradaban kuno yang mendefinisikan dan melestarikan pembagian waktu, masyarakat modern masih membayangkan kalau satu ialah hari 24 jam, satu jam ialah 60 menit dan satu menit ialah 60 detik. Padahal, kemajuan dalam ilmu ketepatan waktu telah mengubah bagaimana unit-unit ini didefinisikan.

Jadi, apakah kamu percaya kalau sebenarnya masih banyak misteri tentang waktu yang belum terpecahkan oleh para ilmuan di dunia?

sumber :

https://www.scientificamerican.com/article/experts-time-division-days-hours-minutes/

Share to your beloved people

Leave a Reply

13 − 6 =