Tidak Berbahaya Bagi Manusia, Tarantula Ternyata Sangat Rapuh!

Siapa diantara kamu yang takut dengan hewan laba-laba yang berbisa dan besar ini? Namanya Tarantula, dimana saat kamu melihatnya, kamu akan langsung bergidik ngeri. Ukurannya besar dan tubuhnya berbulu sehingga membuatnya tampak mengerikan.

Kendati demikian, tahukah kamu bahwa Tarantula memiliki misteri dari fakta yang sangat mengejutkan? Berbagai hal menarik bisa dibahas untuk mengetahui kenyataan sesungguhnya tentang Tarantula. Penasaran bagaimana misteri Tarantula? Yuk, kita pecahkan misterinya sekarang!

1. Warna yang mengisyaratnya sesuatu

Warna hijau dari beberapa tarantula ialah untuk membantu kamuflase. Tetapi warna biru metalik tarantula lainnya tampak tidak membantu pertahanan mereka, hal ini mengisyaratkan bahwa warna ini digunakan untuk menarik pasangan.

Mereka menemukan bahwa rona hijau telah berevolusi beberapa kali dalam garis keturunan laba-laba yang sebelumnya dibawa ke pohon, menunjukkan bahwa warna seperti itu membantu tarantula bersembunyi di antara daun dalam cahaya redup.

Tetapi beberapa tarantula tidak hanya bersembunyi dari pemangsa, lho. Beberapa tarantula melakukan trik defensif, seperti membuat suara mendesis. Sedangkan yang lainnya menggunakan kaki belakang mereka untuk menendang rambut mereka sendiri untuk menjadi (seolah-olah) peluru yang akan bersarang di kulit pemangsa, lalu memicu respons kekebalan pemangsa. Jika pada manusia, bulu-bulu ini dapat menyebabkan iritasi, lho!

2. Berasal dari laba-laba yang berbeda jenis

Tarantula seringkali dianggap sebagai hewan yang menakutkan. Tarantula adalah sebutan umum untuk laba-laba dari famili Theraphosidae yang bercirikan ukuran besar dan tubuh berambut. Dilansir dari Britannica, nama tarantula berasal dari nama sejenis laba-laba serigala (Lycosa tarantula) yang di Eropa Selatan.

Namun, lycosa tarantula sendiri sebenarnya tidak termasuk famili Theraphosidae sehingga tarantula yang kita kenal saat ini tidaklah sejenis. Akhirnya, semua jenis laba-laba yang besar dan berbulu pun disebut tarantula.

3. Bukan racun yang ditakuti, namun rambutnya

Jika kamu takut digigit tarantula, simpan dulu ketakutanmu! Meskipun gigitan tarantula menyakitkan, apalagi ukurannya besar dan beracun, namun gigitan tarantula ini tidak lebih berbahaya dari sengatan lebah madu, lho. Hal ini terjadi karena racun yang disuntikkan hanya sedikit, bahkan tidak menyuntikkan racun sama sekali.

Dilansir dari idntimes.com, tarantula adalah hewan yang agresif dan menyerang jika diganggu. Kamu harus tahu kalau cara tarantula mempertahankan diri ialah kabur dari predator. Kamu perlu mewaspadai tarantula justru pada rambut-rambut halus pada tubuhnya, sebab dalam keadaan terdesak tarantula akan mempertahankan dirinya dengan cara merontokkan bulu-bulu halus ini.

Kenapa bahaya? Hal ini karena ketika terkena mata atau membran mukosa lain akan terjadi iritasi, bahkan kebutaan, lho!

4. Memangsa berbagai jenis hewan

Sebenarnya, tarantula relatif tidak berbahaya bagi manusia, tarantula tentu adalah salah satu jenis laba-laba yang paling ditakuti di dunia hewan. Tarantula adalah pemakan segala karena ukurannya yang besar, jadi tarantula mampu memangsa hewan berukuran cukup besar.

Tarantula goliat pemakan burung (Theraphosa blondi) adalah spesies tarantula terbesar, ini bahkan spesies laba-laba terbesar di dunia. Jadi, laba-laba ini sanggup memangsa burung sesuai dengan namanya. Meskipun demikian, mereka lebih sering makan serangga dan hewan lainnya, seperti kadal, kodok, tikus, bahkan ular.

5. Membuat jaring bukan untuk menangkap mangsa

Tarantula juga laba-laba yang membuat jaring, tapi tujuannya bukan untuk menangkap mangsa. Dilansir dari Beyond the Threat, kebanyakan tarantula membuat lubang di tanah tempat mereka bersembunyi menunggu mangsa. Untuk menguatkan struktur lubang yang mereka buat, tarantula menggunakan jaringnya juga, lho.

Jadi, jaring dibuat untuk memudahkan tarantula dalam memanjat. Hal itu membuat pergerakannya lebih cepat, khususnya saat mengejar mangsa. Tarantula juga membuat jaring untuk tempat kawin dan alas saat berganti rangka luar.

6. Tarantula betina hidup puluhan tahun, sementara si jantan hanya beberapa tahun

Tarantula adalah salah satu jenis laba-laba dengan masa hidup terlama. Tapi hal itu hanya berlaku untuk betina yang rata-rata bisa hidup sampai 30 tahun. Tarantula cokelat oklahoma (Aphonopelma hentzi) betina bahkan bisa hidup hingga 40 tahun, lho! Sementara, masa hidup tarantula jantan jauh lebih singkat, maksimal hanya sekitar 7 tahun saja. Wah, sedih juga jika betina harus cepat kehilangan si jantan.

7. Organ dalam yang diperbarui berkala

Tarantula termasuk hewan yang memiliki rangka luar, sama seperti laba-laba lainnya. Tapi tarantula berbeda dari kebanyakan laba-laba, tarantula secara berkala mengganti rangka luarnya. Hebatnya, dalam proses tersebut mereka juga memperbarui organ-organ dalamnya, nih!

Melansir National Geographic, organ yang mereka perbarui, di antaranya lapisan perut dan kelamin betina. Tarantula juga bisa menumbuhkan organ luar yang hilang seperti kaki dan pedipalps atau alat sensor yang terletak di bagian depan tubuhnya.

8. Jika terjatuh, tarantula bisa mati!

Terakhir, fakta mencengangkan dari tarantula ialah walau tampak mengerikan, tarantula sebenarnya adalah jenis laba-laba yang sangat rapuh, lho. Rangka luar tarantula mudah hancur ketika terjatuh, meskipun dari tempat yang tidak terlalu tinggi. Hal ini terjadi karena ketika rangka abdomennya rusak, tarantula hampir pasti akan mati.

Inilah yang menyebabkan orang yang memelihara tarantula harus berhati-hati untuk mencegah tarantula terjatuh. Jadi, ketika mengangkat tarantula hanya boleh dilakukan kalau memang diperlukan dan harus hati-hati, ya. Bukan karena berbahaya bagi manusia, tapi justru berbahaya bagi si tarantula, nih. Bisa saja, kan, tarantula tiba-tiba melompat dari tanganmu dan terjatuh lalu mati.

Wah, ternyata tarantula tidak begitu berbahaya bagi manusia, ya. Gimana pendapatmu, apakah kamu mau melestarikan tarantula juga?

Sumber:

https://www.nationalgeographic.com/animals/invertebrates/facts/tarantulas

https://www.idntimes.com/science/discovery/peter-eduard/fakta-tarantula-c1c2/7

https://www.nytimes.com/2020/09/24/science/tarantulas-blue-colors.

https://beyondthetreat.com/handling-tarantulas/

https://www.britannica.com/animal/tarantula

Share to your beloved people

Leave a Reply

twenty − 19 =