Resensi Buku, Outliers

Karya Malcolm Gradwell

Tentang Buku Ini

Anggapan bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh seberapa kerja keras ia mengejar mimpinya tidaklah selalu tepat. Menurut buku ini, ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan seseorang seperti tanggal lahir, budaya, kecerdasa, kerja keras dan juga keberuntungan.

Tentang Penulis

Malcolm Gradwell adalah seorang journalist dan penulis untuk majalah The New Yorker. Selain Outliers, Gradwell juga berhasil menulis buku-buku best seller seperti The Tipping Point dan Blink.

1.   Aturan 10.000 jam latihan

Bakat memiliki peran dalam menentukan kesuksesan seseorang. Tetapi ada angka ajaib yaitu 10.000 jam untuk menjadikannya ahli kelas dunia. Gradwell mencontohkan kisah sukses Bill Gates mengasah bakat menjadi programmer handal. Akumulasi waktu tersebut dihitung sejak masih Sekolah Menengah Pertama di Seattle.

Angka ini merupakan hasil studi dari berbagai penelitian. Ini juga berlaku bagi tokoh-tokoh besar lainnya. Seperti maestro music yang melegenda, Mozart. Ia telah menciptakan lagu sejak berusia 6 tahun.

2.   Dalam ambang tertentu, kecerdasan intelektual tidak diperlukan

Kita sering beranggapan bahwa kecerdasan intelektual sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Tetapi menurut penelitian yang dilakukan oleh Liam Hudson, kecerdasan intelektual hanya berpengaruh sampai dengan ambang tertentu.

Hudson mencontohkan dengan tinggi badan pemain basket. Pemain basket yang mempunyai tinggi dibawah 170 cm memiliki peluang lebih kecil untuk bermain di liga basket professional. Tetapi ketika seseorang memiliki tinggi badan 200 cm belum tentu memiliki kemampuan lebih baik dari mereka yang mempunyai tinggi badan 5 cm dibawahnya.

3.   Keberuntungan lahir lebih dulu

Ternyata tanggal lahir menjadi salah satu faktor yang menentukan kesuksesan seseorang (Relative Age Effect). Gradwel mengambil contoh kasus pemain professional hoki di Kanada yang mayoritas lahir awal tahun.

Para pemain hoki yang lahir di awal tahun memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan mereka yang lahir akhir tahun. Meskipun terlihat sepele karena hanya berbeda beberapa bulan saja. Tetapi bagi anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan, kematangan fisik sangat berpengaruh terhadap kemampuannya.

4.   Kombinasi antara keahlian dan momen yang tepat

Berbeda dari anggapan bahwa kesuksesan seseorang didukung oleh faktor yang menguntungkannya sejak lahir. Joe Flom, keturunan Yahudi dari keluarga miskin justru mampu diterima di Harvard Law School. Serta menjadi pengacara ternama.

Salah satu faktor yang menyebabkan ia menjadi begitu dikenal karna saat itu ia memilih membantu penanganan kasus warga kulit hitam. Memberi bantuan hukum pada warga kulit hitam dianggap tidak memberi keuntungan apapun. Tetapi justru setelah ia berhasil menangani kasus tersebut, namanya begitu dikenal seantero negaranya.

5.   Faktor budaya dan geografis dalam kesuksesan

Sejak dahulu anak-anak keturunan Asia memiliki kemampuan matematika yang handal dibandingkan anak-anak dari Eropa. Hal ini diakibatkan oleh bahasa ibu yang digunakan oleh orang Asia dalam menyebut deretan angka lebih beraturan dibandingkan dengan orang Eropa.

Pada kasus ini, anak-anak keturunan Asia memiliki faktor yang membuat mereka lebih unggul dalam perhitungan dibandingkan negara lain. Hal ini mengindikasikan jika faktor budaya dan geografis sangat berpengangaruh terhadap kesuksesan.

Kesimpulan

Kisah dalam buku Outliers menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang tidak serta merta akibat dari keunggulan yang dimilikinya sejak lahir. Tetapi juga faktor-faktor tersebut menjadi kombinasi penting untuk bisa menggapai kesuksesan dalam hidup.

Resensi Karya Yuriko Prastiyo, Pemenang Juara 2 Lomba Resensi Eureka

Share to your beloved people

Leave a Reply

16 − one =