Resensi Buku, Jadian 6 Bulan: Menyelami Gelap-Gemerlap Kehidupan Remaja

Identitas Fisik Buku

Judul Buku: Jadian 6 Bulan

Pengarang: Rhein Fathia

Penerbit: DAR! Mizan

Tahun Terbit: 2013

ISBN: 978-602-242-159-7

Tebal Buku: 192 Halaman

Kredibilitas

Nama Pengarang: Rhein Fathia

Prestasi Pengarang: Pernah menulis 6 buku lain, seperti Jalan Menuju Cinta-Mu, CoupL(ov)e, Seven Days, Gloomy Gift, dan Dansa Masa Lalu, serta satu novel antologi bersama Asma Nadia dan beberapa penulis lain dengan judul Jatuh Bangun Cintaku.

Sinopsis Isi Tulisan

Menceritakan sepasang kekasih bernama Rahmania Tiara (Tiara) dan Ksatrio Gumelar (Rio) yang berasal dari dua latar belakang berbeda. Kabar mereka jadian menggemparkan satu sekolah karena Rio merupakan superstar basket, drummer, dan idola semua siswi SMA Negeri 1 Bogor, sedangkan Tiara adalah aktivis rohis yang terkenal sangat menjaga jarak dengan makhluk bernama laki-laki.

Ternyata, Rio jadian dengan Tiara karena terikat taruhan dengan teman band-nya untuk ‘menaklukkan’ wanita tak tersentuh itu dalam enam bulan. Tak asal menerima, Tiara pun membawa tujuan khusus saat berpacaran dengan Rio. Selama enam bulan itu, mereka berusaha untuk saling mengenal dunia satu sama lain.

Keunikan

Hal yang membuat novel ini unik ialah judul bab-nya yang merupakan hitungan bulan mereka jadian (tidak termasuk Geschichte/Prolog), seperti “Bulan Kesatu:…”, “Bulan Kedua:…”, dan seterusnya. Penulis juga menyisipkan kegemarannya akan Astronomi dalam bab “Bulan Keempat: Bintang-Bintang Bercahaya”. Penyisipan tersebut terasa sangat alami dan sama sekali tidak mengganggu alur cerita. Apalagi, ilustrasi yang terdapat dalam buku ini menjadi pemanis dan membuat saya semakin betah membacanya.

Kelebihan

Walaupun tema yang diangkat novel ini sudah banyak yang memakai, namun Rhein Fathia mampu membalut tema dengan cerita yang menarik. Tokoh utama perempuan, Tiara, sanggup dikemas penulis menjadi tokoh alim yang selalu berkelit dari gombalan dan rayuan Rio, namun tetap ramah dan tidak membeda-bedakan teman. Hal ini merupakan poin plus karena notabene anak rohis dipandang eksklusif dan tidak membaur dengan anak gaul. Lewat Tiara pula, penulis dapat menyisipkan ajaran Islam pada setiap bab-nya tanpa membuat pembaca merasa digurui.

Kekurangan

Terdapat beberapa bagian dimana saya merasa janggal. Salah satunya ialah ketika Rio mengajak Tiara ikut makan-makan untuk merayakan kemenangannya dalam pertandingan basket bersama anggota tim basket lainnya, ditambah pacar-pacar mereka pula. Kalau makan di kafe, atau di tempat makan lain, mungkin masih masuk akal. Tapi, mereka pergi ke club!

Padahal, sudah menjadi pengetahuan dasar bahwa anak semacam Tiara pasti tidak akan mau pergi kesana. Memang, hal ini merupakan kebutuhan alur untuk menjelaskan dunia gelap kehidupan remaja, tapi menurut saya Rio melewati batas dengan mengajak Tiara ke sana. Tiara pun dengan polosnya ikut tanpa bertanya akan dibawa kemana.

Ulasan Penyusun Resensi (Kesan)

Saya menyukai pembawaan penulis yang ringan namun membawa hikmah yang dalam. Pembaca dapat mengerti tujuan penulis dalam sekali baca dan tidak menyita waktu terlalu lama untuk menyelesaikannya. Hanya dengan sekali duduk pun bisa tamat.

Penulis dapat menyajikan tokoh sedemikian rupa sehingga pembaca dapat bersimpati dengan seluruh tokoh, bahkan tokoh figuran sekalipun. Secara keseluruhan saya sangat menikmati cerita yang ditawarkan dan merekomendasikan novel ini bahkan kepada orang yang jarang membaca buku.

Resensi Karya Maitsa Rifani, Pemenang Juara 1 Lomba Resensi Eureka

Share to your beloved people

Leave a Reply

two − 1 =