Rayakan Hari Musik Sedunia; Kenali Noise, Si Suara Berisik yang Ternyata Punya Manfaat

Selamat Hari Musik Sedunia! Seluruh musisi di dunia akan merayakan Hari Musik ini, meskipun terhalang dengan pandemi saat ini, tidak menyulutkan pada musisi untuk tetap berkarya dan dan menyambut hari musik yang jatuh tepat pada tanggal 21 Juni ini untuk dirayakan.

Tahukah kamu?

Hari Musik Sedunia berawal dari Perancis, dimana momen pertama dirayakannya ini terjadi pada tahun 1982, yaitu pada saat Perayaan Summer Solstice. Menteri Kebudayaan Perancis saat itu, Jack Lange, ialah orang yang memulai Fete de La Musique di Paris.

Hari Musik Sedunia pun diperingati di negara lainnya, negara yang ikut merayakan ialah India, Italia, Yunani, Rusia, Australia dan beberapa negara lainnya. Tidak hanya para musisi ternama, mereka yang masih pemula pun turut serta merayakan dengan turun ke jalan dan biasanya menggelar konser gratis. Tentu saja, acara ini biasanya menjadi tontonan menyenangkan bagi banyak orang.

Noise atau Derau

Derau, yang biasa dikenal Noise ialah sinyal-sinyal yang tidak diinginkan dalam suatu sistem komunikasi atau informasi. sinyal-sinyal noise ini bisa mengganggu kualitas penerimaan sinyal dan reproduksi sinyal yang akan dipancarkan, lho. 

Noise bahkan bisa membatasi jangkauan sistem pada daya pancaran tertentu, mempengaruhi sensitivitas atau kepekaan sinyal penerimaan dan bahkan akan mengakibatkan pengurangan bandwidth pada suatu sistem.

Nah, noise ini bisa kamu rasakan seperti pada penerima radio, noise atau derau ini menyebabkan suara desis di loudspeaker hingga terdengar olehmu sebagai pendengarnya. Pada televisi, noise juga bisa kamu rasakan karena dapat menyebabkan gambar tidak bersih atau muncul titik-titik yang berbentuk seperti “salju” dan mengeluarkan suara berisik.

Noise yang dihasilkan perangkat elektronik biasanya bervariasi, sebab noise dihasilkan dari beberapa efek yang berbeda. Dilansir dari teknikelektronika.com, noise ini juga punya berbagai jenis, lho. Noise dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu Internal Noise dan External Noise. Berikut penjelasan lengkapnya: 

1. Internal Noise (Derau Internal)

Internal Noise ialah noise yang dibangkitkan oleh komponen-komponen dalam sistem komunikasi itu sendiri. Internal Noise ini terdiri dari  Thermal Noise, Shot Noise, Flicker Noise dan Transit Time Noise.

Thermal Noise atau disebut juga dengan Johnson Noise ini adalah Noise yang dibangkitkan oleh gerakan thermal acak pembawa muatan (biasanya elektron) dalam sebuah konduktor. Sedangkan Shot Noise atau Derau Tembakan ini terjadi karena adanya penghalang potensial atau Potential Barrier. 

Berbeda lagi dengan Flicker Noise yang juga dikenal dengan nama 1/f Noise ini adalah jenis noise yang terjadi pada rentang frekuensi dibawah beberapa kiloHertz (kHz). Kehadiran noise ini disebabkan oleh terjadinya fluktuasi konduktivitas medium. Flicker noise memperbesar daya noise sebanding dengan panjang gelombang. Densitas daya spektral noise jenis ini akan semakin meningkat seiring dengan penurunan frekuensi. 

Kalau Transit Time adalah noise yang timbul pada saat transit time pembawa muatan semikonduktor, yaitu pada saat pembawa muatan melintasi persimpangan yang dibandingkan dengan jangka waktu sinyal tersebut. 

2. External Noise (derau eksternal)

External Noise atau derau eksternal ialah suara derau yang dihasilkan dari luar rangkaian elektronik itu sendiri. Noise ini bukan disebabkan oleh komponen dari rangkaian atau perangkat elektronik atau listrik. Eksternal Noise ini terdiri dari Atmospheric Noise, Industrial Noise dan Extraterrestrial Noise.

Nah, noise yang ada pada derau eksternal ini ialah Atmospheric Noise atau Derau Atmosfer atau dikenal juga dengan Noise Statis yang merupakan sumber gangguan elektris yang terjadi secara alami karena berkaitan dengan atmosfer bumi. Derau Atmosfer ini bisa disebabkan oleh petir, halilintar, badai dan gangguan alam lainnya, lho.

Selanjutnya ada Industrial Noise atau derau industri, yaitu derau yang dihasilkan oleh manusia, seperti menghidupkan motor elektrik, peralihan gigi mesin, mematikan dan menghidupkan lampu listrikr melalui sakelar, perubahan tegangan dan arus listrik tinggi yang mendadak dan aktivitas manusia lainnya. Wah, ternyata kita sering menimbulkan suara derau, ya!

Ada juga Extraterrestrial Noise (Ekstraterrestrial noise) atau derau luar angkasa dimana sinyal elektris yang berasal dari luar atmosfer bumi. Berdasarkan asalnya, Extraterrestrial Noise ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Solar Noise yang berasal dari panas matahari dan Cosmic Noise yaitu noise yang didistribusikan secara berkesinambungan di sepanjang galaksi.

Apa itu White Noise?

Tidak lengkap rasanya membahas noise tanpa membahas white noise. 

Jadi, white noise ini adalah derau acak yang memiliki kerapatan spektral datar yaitu, derau yang memiliki amplitudo atau intensitas yang sama, di seluruh rentang frekuensinya (20 hingga 20.000 hertz).

White noise bisa beranalog dengan cahaya putih, yaitu campuran dari semua panjang gelombang cahaya yang terlihat. Makanya, karena mencakup seluruh frekuensi yang dapat didengar, white noise sering digunakan untuk menutupi suara lainnya, nih! 

Suara white noise ini tidak berbeda dengan suara ‘shhhush’ yang secara naluriah digunakan orang tua ketika menenangkan bayi yang sedang menangis. Artinya, white noise sering kita temui di kehidupan sehari-hari. 

Dilansir dari sleepjunkies.com, white noise memiliki 3 jenis suara, yaitu suara alam berupa suara hujan, suara air mengalir, dan suara ombak, lalu suara mesin seperti deru AC, kipas angin, dan mesin cuci dan suara suasana (ambiance) seperti suara jangkrik, suara retakan api unggun, suara kerumunan. 

Tahukah kamu bahwa white noise ini sudah banyak digunakan dan berbedar dipasaran? Hal ini karena bisa digunakan untuk membantumu berisrirahat di malam hari, semisal kamu insomnia, white noise bisa menjadi solusi buatmu untuk membuatmu mudah mengantuk.

Perlu diingat, para ahli tidak menyarankanmu untuk mendengar white noise dengan volume yang terlalu keras, apalagi sampai mengguanakn earphone atau headphone, karena hal itu bisa menyebabkan kerusakan syaraf. Tetap jaga kesehatanmu, ya!

Sumber:

https://www.kompas.com/tren/read/2021/06/20/115720565/21-juni-hari-musik-sedunia-ini-sejarah-dan-cara-merayakannya?page=2

https://teknikelektronika.com/pengertian-noise-derau-dan-jenis-jenis-noise/

Share to your beloved people

Leave a Reply

2 × one =