Mimpi dan Kenangan, Tentang Tujuan Sampai Fakta Menarik Mimpi

Setiap orang yang tertidur, kebanyakan akan bermimpi. Sebagian menganggap mimpi mempunyai arti, sebagian lainnya menganggap mimpi sebatas bunga tidur. Nah, mimpi ini adalah gambaran, pikiran dan emosi yang dialami seseorang selama tidur. Hal ini terjadi biasanya saat tahap tidur REM (rapid eye movement).

REM ini ialah tahapan tidur yang membuat napas akan lebih cepat atau tidak teratur, saat inilah mata bergerak ke segala arah dengan cepat. Saat bermimpi, kamu bisa berasa sangat emosional, samar, bingung, senang bahkan ketakutan. Mimpi terkadang memiliki jalan cerita, namun kadang tidak masuk akal sama sekali.

Hal tersebut terjadi karena bagian otak yang mengatur pusat emosional bukanlah wilayah otak yang berhubungan dengan sesuatu yang logis. Dilansir dari hallosehat.com, sirkuit otak akan aktif selama tidur REM, inilah yang bisa memicu amigdala dan hipokampus untuk membuat serangkaian impuls listrik. Akhirnya, kombinasi ini akan menghasilkan pikiran, gambar, dan ingatan acak yang muncul saat tertidur.

Salah satu tujuan ilmu saraf adalah untuk memetakan lokus otak dari pikiran dan pengalaman. Segala sesuatu yang dilihat, dibayangkan, atau dipikirkan terkait dengan respons saraf di suatu tempat di otak. Jadi sebenarnya, mimpi juga punya rumah. Aktivitas saraf di area sensorik primer neokorteks menghasilkan kesan persepsi sensorik.

Artinya neuron menciptakan ilusi ketika melihat sesuatu, neuron yang ada di area pendengaran primer menciptakan ilusi untuk mendengar sesuatu. Jika penembakan itu terjadi secara acak, persepsi ini bisa terasa seperti halusinasi yang terfragmentasi secara acak.

Sebenarnya sangat mudah untuk membayangkan bahwa gambaran acak dan sensasi yang diciptakan dengan cara ini dapat dijalin bersama untuk menciptakan halusinasi multisensor yang kompleks yang biasa disebut mimpi.

Hubungan Mimpi dan Kenangan

Sekarang, kita akan mulai membahas bagaimana hubungan kenangan dalam mimpi, ya!

Setelah bermimpi, kamu akan bertanya-tanya seperti ini saat terbangun dari tidur: Apa mimpi terbaru yang dapat kamu ingat? Apakah ada orang yang kamu kenal di dalamnya? Apakah itu terjadi di tempat yang kamu kenal baik? Apakah kamu melakukan sesuatu yang akrab? Sebagian besar mimpi menggabungkan fragmen pengalaman dari kehidupan nyata kita, lho.

Bermimpi tentang cuplikan yang terputus seperti orang adalah hal yang umum, seperti pada tempat, atau aktivitas tertentu. Tetapi apakah mimpi pernah mengulang ingatan yang lengkap, misalnya, terakhir kali kamu melihat ibumu, termasuk tempat, aktivitas, dan orang-orangnya.

Kenangan seperti ini disebut episodik karena mewakili keseluruhan episode, bukan hanya fragmen, dimana ada studi tentang dunia rahasia tidur dari mimpi menunjukkan bahwa jenis ingatan ini kadang-kadang diputar ulang dalam tidur, tetapi cukup jarang (sekitar 2 persen mimpi mengandung ingatan seperti itu, menurut sebuah penelitian).

Sebagian besar mimpi kita hanya menggabungkan kembali bagian-bagian dari kehidupan yang terjaga. Fragmen-fragmen ini relatif akrab dan mencerminkan minat dan perhatian si pemimpi. Jadi, pesepeda bermimpi tentang bersepeda, guru bermimpi tentang mengajar, dan bankir bermimpi tentang uang.

Tahukah Kamu Fakta Tentang Mimpi?

·       Kita mungkin tidak ingat pernah bermimpi, tetapi setiap orang diperkirakan bermimpi antara 3 dan 6 kali per malam

·       Diperkirakan bahwa setiap mimpi berlangsung antara 5 hingga 20 menit

·       Sekitar 95 persen mimpi terlupakan pada saat seseorang bangun dari tempat tidur

·       Bermimpi dapat membantu kamu belajar dan mengembangkan ingatan jangka panjang

·       Orang buta lebih banyak bermimpi dengan komponen sensorik lainnya dibandingkan dengan orang awas

Tujuan Mimpi

Pernahkah kamu memikirkan, apa tujuan kita bermimpi? Dalam “The Interpretation of Dreams,” Freud menulis bahwa mimpi adalah pemenuhan terselubung dari keinginan yang tertekan. Ia menjelaskan penggambaran dua komponen berbeda, yakni konten nyata (gambar aktual) dan konten laten (makna tersembunyi).

Teori Freud ini berkontribusi pada kebangkitan dan popularitas interpretasi sebenarnya. Meskipun penelitian gagal menunjukkan bahwa konten nyata menyamarkan signifikasi psikologis dari sebuah mimpi, beberapa ahli percaya bahwa hal ini memainkan peran penting dalam memproses emosi dan pengalaman yang membuat stres.

The Greater Good Science Center dari University of California menjabarkan, mimpi ternyata memiliki tujuan, yaitu terapi diri untuk menghilangkan rasa sakit dari episode emosional yang sulit, bahkan traumatis, yang terjadi sepanjang hari, kemudian sebagai sarana untuk menemukan solusi karena selama bermimpi, otak akan mengambil berbagai pengetahuan yang ada, mengatur, dan menyusunnya menjadi sebuah informasi.

Mimpi benar-benar bisa dijelaskan secara ilmiah, bukan melulu tentang mitos yang harus dipercaya. Mulai menjaga kualitas tidurmu untuk mendapat mimpi-mimpi yang baik, ya!

Sumber:

https://www.scientificamerican.com/article/what-is-dreaming-and-what-does-it-tell-us-about-memory-excerpt/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/284378#what-are-dreams

https://hellosehat.com/pola-tidur/tips-tidur/apa-itu-mimpi/

Share to your beloved people

Leave a Reply

fifteen + sixteen =