Mengenal Compound Interest di Hari Pasar Modal Indonesia

Tidak banyak yang mengetahui bahwa setiap tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Pasar Modal Indonesia. Penetapan tanggal ini tentunya mempunyai alasan, yaitu karena telah dibukanya Bursa Efek Jakarta (kini dikenal Bursa Efek Indonesia) yakni setelah kemerdekaan Republik Indonesia oleh Presiden Soekarno pada 3 Juni 1952.

Tahukah kamu?

Pasar modal merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum, perdagangan efek serta perusahaan public hingga Lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Nah, pasar modal ini pun bisa bertindak sebagai penghubung antara investor dengan perusahaan atau institusi pemerintah. Dilansir dari malangtimes.com, penghubung tersebut dilakukan melalui instrument perdagangan yang memiliki jangka panjang seperti obligasi dan saham.

Compound Interest

Kali ini, kita akan ikut memperingatinya dengan mempelajari compound interest. Ini adalah dimana jika kamu menabung di bank atau meminjam uang dari bank, maka kamu akan mendapatkan bunga atau dikenakan bunga oleh bank. Bunga bank dapat bersifat compounding (berlipat atau bunga berbunga) untuk jenis produk simpanan atau kredit tertentu. Nah sebelumnya kalian harus memahami dulu nih apa itu compound interest.

Compound interest adalah prinsip bunga berbunga, dimana setiap modal atau pinjaman awal akan ditambah dengan bunga di akhir tahun, dan hasilnya akan di dibungakan lagi di periode berikutnya dan seterusnya selama periode (simpanan atau kredit) yang ditentukan.

Berikut rumus menentukan besarnya simpanan atau kredit setelah waktu tertentu:

Pt = P0 [ (1 + r)^t]

Keterangan:

Pt = besar simpanan/kredit di akhir tahun ke-t

P = simpanan/kredit awal

r = bunga/tahun

t = tahun sejak simpanan/kredit mulai

Kita masuk ke contoh soal untuk lebih memahami materi ini, ya!

Pertanyaan:

Jika Salman mempunyai uang sebesar 10 Juta Rupiah, lalu ditabung dengan bunga 8% per tahun. Berapa total uang yang Salman miliki dalam 3 tahun?

Jawaban:

Pt = P0 [ (1 + r)^t]

Pt = 10.000.000 x (1+0,08)^3

Pt = 10.000.000 x (1,08)^3

Pt = 10.000.000 x 1.259712

Pt = 12.597.120 ~ 12,6 Juta

Cukup banyak, bukan? Kamu tidak perlu berbuat apa-apa untuk menerima 2,6 Juta, walaupun hasilnya tidak signifikan. Namun, ketika kamu menabung dalam jangka waktu panjang, hasilnya akan sangat besar.  Misal, kamu menabung 100 Juta rupiah selama 30 tahun, kamu bisa dapat menghitung nilai akhir tabungan sebagai berikut:

Pt = 100.000.000 x (1+0,08)^30

Pt = 100.000.000 x 10,06265689

Pt = 1.006.265.689 ~ 1 Milyar rupiah

Kamu akan memiliki total uang sebesar 1 Miliar setelah 30 tahun hanya dengan menabung, lho!

Investasi uang kepada seseorang atau sebuah instansi bisa jadi mengkhawatirkan, tapi apabila kamu yakin, ini bisa menjadi sebuah keuntungan pasif pertahunnya.

Bijaklah dalam dalam menginvestasikan uangmu. Selamat Hari Pasar Modal Indonesia!

Sumber:

https://www.cambridge.org/core/journals/british-actuarial-journal/article/emergence-of-compound-interest/799CB1D40CDD46F3010767BFC60F24DB

https://www.malangtimes.com/baca/68032/20210603/083100/tak-banyak-yang-tahu-3-juni-hari-pasar-modal-indonesia-berikut-sejarahnya

Share to your beloved people

Leave a Reply

19 + five =