Memperingati Hari Anak Sedunia, Inilah Pentingnya Fungsi Kognitif Bagi Anak

Setiap anak dilahirkan dengan keistimewaannya masing-masing, mereka berkembang dan menjadi sukses sesuai dengan definisi hebat mereka masing-masing. Ada berbagai faktor bagaimana mereka tumbuh dan berkembang, pastinya pendidikan yang mereka dapatkan menjadi faktor yang cukup penting juga.

Dilansir dari unib.ac.id, anak yang berumur 3-12 tahun diberi bermacam-macam objek dan diminta membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Anak-anak bisa menyusun objek-objek tidak hanya berdasarkan pada kesamaan, tetapi juga menjajarkannya dalam ruang, baris, bentuk, warna dan lain-lain, makanya bisa membentuk suatu gambaran yang banyak.

Hal ini dijelaskan oleh Piaget (dalam Suparno, 2001:66) bahwa anak yang berumur 2-5 tahun masih sulit membuat klasifikasi benda. Pada umur 5-7 tahun, anak mulai dapat membuat klasifikasi, tetapi masih sulit untuk merangkum keseluruhan. Inilah mengapa perkembangan kognitif anak perlu distimulasi dan diberi rangsangan agar  dapat meningkat terutama pada ciri pengklasifikasian pada tahap pra oprasional perkembangan kognitif dengan kegiatan mind mapping.

Sekarang, kita bahas ya bagaimana mind mapping ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak sejak dini.

Tony Buzan memperkenalkan mind mapping ini dan konsep ini digunaan oleh jutaan orang pintar di dunia, lho. Saat anak membaca peta pikiran ini, anak akan merekam gambar dan warna, dimana gambar serta warna yang melibatkan kerja otak anak. Hal ini membangun sinergi pada otak anak yang akhirnya membuat kerja otak anak lebih rileks dan tidak mengalami kejenuhan.

Perkembangan kognitif anak ini terdiri dari logika matematika dan visual spasial. Adapun beberapa contoh indikator kognitif ialah mengenal warna, membedakan ukuran besar dan kecil, mengurutkan objek, memasang benda sesuai dengan pasangannya, mengenal konsep angka dan menyebutkan Kembali benda yang baru dilihatnya. Mind mapping sangat baik untuk dilakukan dalam hal ini, lho!

Mind Mapping sendiri adalah alat yang membantu otak berpikir secara teratur dan sederhana hingga memudahkan informasi yang akan masuk ke otak, serta mengambil Kembali informasi dari otak. Struktur mind mapping sendiri ialah memancar keluar dari gambar pusat yang menggunakan garis, lambang, kata- kata, gambar, yang akrab bagi otak anak.

Berikut ini adalah cara mudah mind mapping yang bisa dicoba untuk anak usia dini:

  • Siapkan alat dan bahan yaitu kertas, pensil warna, potongan gambar, lem dan pola mind mapping.
  • Langkah penerapan penggunaan mind mapping untuk anak usia dini adalah:
  • memperkenalkan tema dan subtema,
  • melakukan tanya jawab tentang tema dan subtema,
  • penjelasan tentang kegiatan mind mapping,
  • mengenalkan alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan mind mapping,
  • selanjutnya anak melakukan kegiatan mind mapping secara individu sesuai dengan tema dan subtema yang di sampaikan guru, dalam melakukan kegiatan mind mapping anak mengelompokkan gambar-gambar sesuai dengan warna, ukuran, urutan, dan menempel potongan gambar yang telah di kelompokkan ke dalam pola mind mapping yang disediakan,
  • setelah anak dapat membuat mind mapping sesuai dengan klasifikasinya kumpulkan menjadi sebuah  portofolio,
  • selanjutnya anak-anak menyebutkan warna yang terdapat pada potongan gambar pola mind mapping berdasarkan warna, menyebutkan nama potongan gambar pada pola mind mapping berdasarkan ukuran dan menyebutkan jumlah dari potongan gambar yang terdapat pada pola     mind mapping berdasarkan urutan untuk melihat perkembangan kognitif anak.

Cukup mudah, ya, konsep mind mapping  ini!

Jadi, untur yang penting untuk memperkuat pemikiran seseorang adalah latihan dan pengalaman. Piaget (dalam Suparno, 2001:106) menyatakan bahwa latihan berpikir, merumuskan masalah dan memecahkannya, serta mengambil kesimpulan akan membantu seseorang untuk mengembangkan pemikian atau intelegensinya. Jangan lupa selalu melatih dirimu juga, ya!

Sumber:

Arimbi, Yurike Dwi, dkk. 2018. Meningkatkan Perkembangan Kognitif Melalui Kegiatan Mind Mapping dalam Jurnal Ilmiah Potensia Vol.3 (2), hal.64-71.

Share to your beloved people

Leave a Reply

two × 3 =