Memperingati Hardiknas, Begini Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar di Masa Pandemi

Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi tahun kedua diperingati secara daring oleh banyak pelajar dan pengajar seluruh Indonesia. Pandemi Covid-19 yang masih marak dan bahkan digadang-gadang akan menjadi puncak Pandemi ke-3 dalam beberapa waktu dekat ini menjadi pelajaran berharga bahwa kurikulum di Indonesia masih sangat berantakan untuk mempersiapkan dirinya bersaing dengan negara-negara asing.

Indonesia masih menjadi negara yang tertinggal dalam pendidikan di masa pandemi ini karena masih sangat banyak pelajar yang mengeluhkan Pembelajaran Jarak Jauh karena minimnya fasilitas dan kurangnya perhatian pengajar terhadap sistem yang dianggap mempersulit proses belajar siswa. Kendati demikian, sebagai seorang pelajar yang mengurus urusan sekolahnya secara mandiri seharusnya sudah bisa mengatasi persoalan belajar ini.

Dilansir dari The Washington Post, seorang Konselor Klinis Profesional berlisensi bernama Phyllis L. Fagell mengungkapkan bahwa ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah belajar selama pandemi ini bisa diatasi oleh pelajar maupun orang tua atau wali dari pelajar. Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan dengan menyenangkan oleh pelajar untuk tetap efektif melakukan proses belajar.

  1. Manfaatkan minatmu!

Setiap orang pasti mempunyai minat dalam salah satu mata pelajara, tidak salah jika kamu memulai untuk fokus dengan apa yang kamu sukai. Tidaklah harus memiliki nilai baik di semua mata pelajaran, apalagi yang ada di luar minatmu. Kamu bisa coba mengatasi kejenuhan dalam belajar dengan giat belajar di bidang yang kamu minati, apapun itu.

Perasaan senang yang terbentuk dengan aktivitas yang kamu lakukan sangat berdampak bagi keadaanmu untuk menerima pembelajaran lainnya. Mulailah untuk memikirkan cara belajar yang efektif untuk dirimu sendiri dengan menggali potensi dirimu lebih dalam, karena menerima kenyataan bahwa kamu tidak bisa melakukan segala hal dengan baik bisa menjadi pikiran positif untuk melakukan hal baik ke depannya.

2. Refreshing dengan olahraga di rumah

Hentikan aktivitasmu yang hanya rebahan di rumah ataupun beraktivitas yang membuatmu hanya diam di dalam ruangan dan tidak melakukan aktivitas fisik bisa membuatmu stres dan kelelahan meskipun hanya melakukan hal-hal di depan layar ponsel ataupun laptop. Mulailah untuk melakukan olahraga yang bisa kamu mulai di rumah, semisal yoga, senam, dan lain sebagainya. Fisikmu juga butuh asupan olahraga, lho!

Jika kamu berolahraga, kamu juga bisa mengalihkan pikiranmu dari tugas-tugas yang ada ataupun mengalihkan pikiranmu dari hal-hal yang membuatmu penat, juga membakar emosimu lewat olahraga. Setelah berolahraga pun kamu bisa beristirahat dan tidur lebih lelap. Jadi, masih mau malas berolahraga?

3. Belajar strategi mengatasi masalah

Ada banyak yang bisa kamu temukan di sosial media, salah satunya cara untuk mengatasi berbagai permasalahan hidup. Kamu yang masih berusaha untuk mengendalikan masalahmu pastinya butuh pengalaman orang lain sebagai referensi agar kamu bisa lebih mudah mengatasi masalah yang ada.

Tidak hanya lewat sosial media atau jagat internet, kamu juga bisa memulai dengan menanyakannya pada keluargamu, apalagi orang tuamu yang sudah paham asam-manis dunia ini. Jika kamu sudah belajar cara mengatasi masalah, permasalahan yang mengganggu konsentrasimu untuk belajar pun menemui solusi.

4. Identifikasi masalah yang ada di luar jangkauanmu

Tidak semua masalah bisa kamu selesaikan, beberapa harus kamu biarkan saja, atau bahkan kamu tidak pedulikan karena bisa semakin mengganggu pikiranmu dengan masalah yang ada. Setiap orang pasti mempunyai masalah yang ada di luar jangkauannya, pahami betul apa kelemahanmu dan bagaimana kamu mengetahui kesanggupan untuk menyelesaikan masalah. Jika sudah begitu, kamu ada di tempat aman untuk merasa tenang dan fokus belajar.

Kamu tidak perlu berusaha menyelesaikan semua masalah yang ada di luar jangkauanmu, seperti permasalahan ekonomi keluarga yang belum mampu kamu bantu selesaikan. Tetaplah berpikiran positif bahwa semua hal ini sudah semestinya hanya kamu jalani saja, bagaimana pun masalahnya. Kamu tidak perlu menghindar, tidak perlu menyelesaikannya juga seperti yang dijelaskan Emil Cioran (1911-1995) yang merupakan pemikir modern asal Romania, bahwa “Saya tidak mengerti mengapa kita harus melakukan sesuatu di dunia ini. Saya tidak mengerti mengapa kita harus punya teman, aspirasi, harapan dan impian. Kenapa kita tidak pergi saja, menyepi ke ujung dunia? Di sana, segala keruwetan dan kebisingan akan hilang. Memang kita akan kehilangan semuanya. Tapi tidakkah, pada akhirnya kita juga akan kehilangan semuanya?” (Syarif Maulana, 2020: 13).

5. Keluarkan emosi dengan cara positif

Emosi sering kali tidak stabil, apalagi di masa pandemi ini yang membuat banyak pelajar (mungkin kamu juga) merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan yang ada. Tapi bukankah emosi yang ditahan bisa membuat keadaanmu semakin tidak baik? Inilah mengapa penting mengeluarkan emosi saat merasa tidak baik (bahkan baik sekalipun).

Kamu bisa memulai dengan menyalurkan emosimu lewat hal-hal positif seperti beribadah, menulis jurnal (buku diary), bernyanyi, berolahraga, berekreasi dan lain hal sebagainya. Setiap manusia mempunyai pilihan untuk berbuat baik atau berbuat buruk, inilah yang bisa kamu lakukan untuk menyalurkan emosimu supaya tidak mengganggu konsentrasi belajarmu. Ingatlah bahwa segala hal, baik ataupun buruk, akan kembali padamu juga.

6. Ada di lingkungan positif

Lingkungan sangat berdampak terhadap konsentrasi belajarmu, ada banyak cara untuk mengatasi konsentrasi belajar, namun akan sia-sia jika kamu berasa pada lingkungan yang toksik, yang membuatmu justru lebih sulit mengatasi masalah belajarmu.

Inilah mengapa langkah untuk ada di lingkungan positif menjadi tips terbaik supaya kamu bisa menghadapi masalah belajarmu dengan lebih baik. Kamu tidak perlu merasa khawatir untuk keluar dari lingkungan negatif, karena kamu akan menemukan lebih banyak hal positif jika kamu memilih untuk masuk ke lingkungan positif.

Hari Pendidikan Nasional ini harusnya bisa diperingati oleh seluruh pelajar dan pengajar supaya lebih peka bahwa konsentrasi belajar akan berdampak sangat besar bagi mereka yang mengenyam pendidikan. Pendidikan adalah hal penting bagi semua kalangan usia, karena semuanya belajar meskipun pada bidang dan tingkat sekolah yang berbeda-beda.

Pandemi tidak bisa menjadi alasan untuk semua pelajar dan pengajar tidak memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia, karena semua ini bisa dilalui asalkan ada kemauan untuk melangkah lebih baik, daripada mengeluhkan apa yang terjadi.

Sumber: The Washington Post, https://www.washingtonpost.com/education/2021/03/15/pandemic-school-year-changes/ 

Share to your beloved people

Leave a Reply

16 − 2 =