Lunturnya Nilai Pancasila, Salah Siapa?

Hari Pancasila selalu identik dengan lunturnya nilai Pancasila melihat keadaan Indonesia saat ini yang sudah mulai kehilangan semangat patriotismenya dan lebih mengikuti banyak budaya barat. Hal ini tentu saja tidak tiba-tiba terjadi, selalu ada alasan mengapa nilai Pancasila ini mulai luntur.

Sebelum kita membahas hal tersebut, kita kenal dulu kritik terhadap Pancasila di kancah dunia ya!

Dilansir dari tandfonline.com, Indonesia memiliki proses demokrasi yang tiba-tiba saja terjadi selepas lengsernya Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Sayangnya, hal ini hanya menghasilkan demokrasi elektoral belaka. Tentu saja pernyataan itu tidak bisa dipisahkan dengan pelestarian Pancasila sebagai bagian dari agenda politik saat reformasi terjadi di Indonesia.

Jadi, Pancasila ini digambarkan sebagai keyakinan yang teguh dan sifatnya tidak dapat diganggu gugat dalam kehidupan politik nasional. Pancasila bahkan memiliki upaya hukum dimana tidak ada yang bisa melakukan penistaan terhadap Pancasila.

Nah, sekarang kita akan membahas bagaimana bisa nilai-nilai Pancasila ini luntur dalam budaya masyarakat Indonesia di era yang semakin modern ini. Dilansir dari uny.ac.id, inilah alasan lunturnya nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Simak, ya!

1. Longgarnya pegangan terhadap agama.

Inilah fakta tragis dunia yang semakin maju, dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan, maka keyakinan beragama mulai terdesak, kepercayaan kepada Tuhan hanya sebagai simbol, larangan-larangan dan perintah-perintah Tuhan tidak lagi menjadi hal penting.

2. Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.

Pembinaan moral yang dilakukan oleh tiga bagian penting dalam kehidupan ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi faktor yang ada di belakangnya, seperti kemiskinan hingga kultur yang semakin buruk di masyarakat Indonesia.

3. Budaya materialistis, hedonistis dan sekularistis.

Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Hedonistis adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Sedangkan sekularistis ialah hal-hal yang dilakukan bersifat duniawi. Nah, 3 hal ini jadi komponen penting yang melunturkan nilai Pancasila.

4. Kurangnya kemauan yang sungguh-sungguh dari pemerintah.

Pemerintah yang diketahui memiliki kekuasaan, uang, teknologi, sumber daya manusia dan sebagainya tampaknya belum menunjukan kemauan yang sungguh-sunguh dalam melakukan pembinaan moral bangsa.

5. Lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila. Militer di Indonesia (Soeharto sebagai sosok) membuat masyarakat mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila yang sebenarnya tidak dilakukan dengan baik implementasinya oleh pemerintah.

Alasan mendasar di atas sebenarnya bisa menuai banyak pro-kontra apalagi jika sebagian masyarakat merasa masih memegang teguh nilai Pancasila. Padahal jika dijabarkan satu-persatu sila yang ada di Pancasila, dari korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oknum pemerintah Indonesia saja sudah membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah Pancasila hanya bagian dari sejarah, bukan sebenar-benarnya nilai yang dipegang teguh masyarakat Indonesia.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu memegang nilai Pancasila dalam menjalani kehidupanmu sehari-hari?

Sumber:

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132093042/pendidikan/lunturnya-budaya-pancasilasiap-upload.pdf

https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00472336.2016.1195430

Share to your beloved people

Leave a Reply

10 − 4 =