Konversi Suhu, Cara Asik Menentukan Suhu!

Ketika membahas tentang suhu di benda tertentu, kita sering kali mengaitkannya
dengan panas atau dingin dari benda dengan alat perasa kita (kulit). Kita bisa
membedakan mana panas, dingin, hangat atau biasa saja.
Nah, benda yang dikatakan panas, suhunya lebih tinggi daripada benda yang hangat
atau dingin. Namun, alat perasa kita hanya membedakan suhu suatu benda secara
kualitatif.
Tahukah kamu?
Dalam fisika, kita bisa membedakan pernyataan suhu panas, hangat, dingin atau
biasa saja secara kuantitatif atau terhitung dengan angka-angka.
Dilansir dari Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer (Vol. 15 No. 2, September 2020) dari
Celine Aloyshima Haris dan Dony Ariyus menjelaskan bahwa perubahan suhu atau
konversi dari skala celcius ke skala reamur, fahrenheit dan kelvin dapat dilakukan
dengan persamaan (10), (11) dan (12) untuk proses enkripsi. Tidak hanya itu, ada
juga persamaan (13), (14) dan (15) untuk perubahan suhu atau konversi dari skala
reamur, fahrenheit dan kelvin ke skala celcius untuk proses deskripsi.
Celcius ke Reamur = 5 4 x P ………………….……..(10)
Celcius ke Fahrenheit = ( 5 9 x P) + 32 ……………..(11)
Celcius ke Kelvin = ( 5 5 x P) + 273 …………..……..(12)
Reamur ke Celcius = 4 5 x C …………………………(13)
Fahrenheit ke Celcius = 9 5 x (C – 32) …….………..(14)
Kelvin ke Celcius = 5 5 x (C – 273) …………..………(15)
Penjelasan:
P : plaintext, C : ciphertext

Dalam pengukuran suhu untuk memberikan hasil akurat menggunakan termometer,
dimana dalam suhu ini terdapat 4 skala, yaitu Celcius, Reamur, Fahrenheit dan
Kelvin (Mundilarto & Istiyono, 2007).
Untuk lebih memahami konversi suhu ini, berikut adalah contoh soal yang bisa
dikerjakan:
Suhu es di Dieng yang sedang melebur dan suhu air mendidih di Bekasi apabila
diukur dengan termometer A masing-masing besarnya 10 o A dan 130 o A. Namun suhu
benda di Jakarta diukur dengan termometer skala Fahrenheit sebesar 62 o F.
Berapakah suhu benda tersebut jika diukur dengan termometer A?
Cara menyelesaikan:
Diketahui:
(t b )A = 10 o A
(t a )A = 130 o A

t F  = 62 o F
Nah, titik tetap atas termometer Fahrenheit ini adalah 212 o F dan titik tetap bawahnya
ialah 32 0 F, maka:
(t a )F = 212 o F
(t b )F = 32 o F
Pertanyaan : t A ?
Jawaban:
(t a )A – t A

= (t a )F – t F
(t a )A – (t b )A (t a )F – (t b )F
130 – t A

= 212 – 62
130 – (10) 212 – 32
130 – t A

= 150
120 180
130 – t A
= 5
120 6
6(130 – t A ) = (120)(5)
780 – 6t A  = 600
6t A  = 780 – 600
6t A  = 180
t A  = 180/6
t A  = 30
Maka, suhu benda di Jakarta jika diukur dengan termometer A adalah 30 o A.

Wah, ternyata sangat mudah ya! Sekarang, coba kerjakan soal di bawah ini sendiri:
Suhu air mendidih di Padang dan suhu es di Malang yang sedang melebur apabila
diukur dengan termometer G masing-masing besarnya 150 o A dan 50 o A. Namun
suhu benda di Aceh diukur dengan termometer skala Fahrenheit sebesar 62 o F.
Berapakah suhu benda tersebut jika diukur dengan termometer G?
Selamat mengerjakan!

Sumber:
Haris, Celine Aloyshima, Dony Ariyus. (2020). Kombinasi dan Modifikasi Vigenere Cipher dan Hill
Cipher Menggunakan Metode Hybrid Kode Pos, Trigonometri, dan Konversi Suhu Sebagai
Pengamanan Pesan. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol. 15 No. 2, 92.

Share to your beloved people

Leave a Reply

9 + seventeen =