Jangan Asal Berpetualang, Ikuti Cara Survive Di Alam Bebas Ini!

Kamu pasti pernah berpikir bahwa akan menjadi hal yang rumit jika harus pergi ke hutan belantara. Ya! Bagi sebagian orang, alam di pegunungan memang bisa menjadi hiburan, mereka bisa menikmatinya dan siap dengan semua yang ada, lain halnya jika kamu tidak siap untuk berlelah ria di alam bebas, di mana segala hal mungkin terjadi.

Survival sendiri berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Nah, dalam hal ini berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Kalau survivor ini adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.

Lalu untuk apa ada ada survival? Jadi, timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan ini antara lain keadaan alam (cuaca dan medan), keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) dan banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Dalam keadan tadi, ada beberapa faktor yang menetukan seorang survivor mampu bertahan atau tidak, antara lain pengaruh mental, dimana kurang lebih 80% kesiapan kamu dalam melakukan survival terletak dari kesiapan mental juga. Kemudian ada juga perlengkapan dan teknik survival yang sudah kamu kuasai atau belum.

Makanya, jika kamu ingin berpetualang seperti ini, ada baiknya kamu mempelajari bagaimana cara bertahan hidup di alam bebas. Organisasi di kampus seperti Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) biasanya banyak memberikan tips termudah hingga tersulit untuk bertahan hidup di alam bebas. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Tenang Dalam Berbagai Keadaan

Jika kamu dalam keadaan panik, kamu tidak bisa berpikir jernih untuk menyelesaikan masalah, kamu bahkan bisa memperburuk keadaan. Untuk menguasai keadaan, diperlukan pikiran yang positif. Dalam keadaan tersulit sekalipun, kamu harus tetap tenang, ya!

Inilah yang bisa kamu lakukan saat keadaan cukup sulit di alam bebas:

– Buatlah strategi untuk rencana ke depan

– Inventarisir persediaan yang masih ada

– Tentukan hal penting untuk mulai bertahan hidup (seperti persediaan air, tempat berteduh, pakaian yang membuat hangat)

– Determinasi dan ketabahan kadang menjadi penentu keselamatan saat tersesat, lho!

– Hilangkan perasaan burukmu, ya! Tersesat mungkin bisa mambuatmu putus asa, tapi tetaplah fokus pada hal-hal penting untuk bertahan hidup.

2. Buatlah Tempat Berteduh

Jangan buat dirimu kedinginan saat di alam bebas, kamu perlu memperhatikan kesehatanmu karena bisa saja kamu terkena hipotermia yang akan memicu kematian juga. Bukan hanya itu, terpapar sinar matahari secara langsung juga bisa membakar kulitmu sehingga kamu bisa terkena dehidrasi.

Menjaga suhu tubuh tetap stabil perlu dilakukan dan salah satu caranya adalah dengan membuat tempat berteduh hingga bernaung di alam bebas, misal dengan membuat tenda. Nah, berikut ini adalah tempat yang bisa kamu akali untuk berteduh selama berpetualang jika tenda saja tidak cukup untukmu:

– Saat udara terlalu panas, galilah tanah beberapa sentimeter terlebih dahulu hingga mencapai lapisan yang lebih dingin. Lalu buatlah rangka berteduh yang sederhana. Cari sumber daya yang ada di sekitarmu, seperti pohon tumbang, atau sandarkan batang pohon ke bidang yang kokoh.

Lanjutkan dengan menysun ranting pohon untuk menutupi salah satu sisi. Bahkan jika memungkinkan, tutupi kedua sisinya dengan menyusun ranting yang lebih banyak. Usahakan untuk menyusun serapi dan serapat mungkin, ya!

Lalu tutupi rangka yang telah disusun tadi dengan dedaunan. Semakin tebal dedaunan, semakin baik menahan hawa dingin. Lakukan hal yang sama pada tanah bagian dalam sebagai alas.

3. Temukan Sumber Air Bersih

Kamu bisa saja hidup selama beberapa minggu tanpa makanan. Tapi, kamu hanya bisa bertahan hingga 4 hari tanpa minum. Makanya, air bersih merupakan sumber kehidupan bagi petualang. Air bersih dapat ditemukan pada sungai maupun danau di alam bebas.

Temukan air pada sungai atau danau, lalu rebus terlebih dahulu untuk membunuh bakteri yang terkandung di dalamnya. Namun, kadang lokasi air minum sulit ditemukan oleh petualang, apalagi jika kamu sedang tersesat. Baiklah, berikut beberapa sumber air bersih lain yang layak untuk diminum:

– Air hujan: tampung air hujan yang turun pada wadah, lalu minum. Simpan juga untuk persediaan, ya!

– Salju: kumpulkan salju atau es pada wadah tertutup, lalu gunakan api atau sinar matahari untuk mencairkannya. Usahakan tidak memakan salju secara langsung, karena energi tubuh keluar keluar lebih banyak.

– Air tanah: salah satu cara menemukan sumber air ialah dengan menggali tanah. Cari tanaman seperti ekor kucing atau pohon kapas, kemudian gali di sekitarnya. Dua tumbuhan tersebut biasanya mencirikan adanya sumber air tanah.

– Tanaman tertentu: beberapa tanaman seperti kaktus dan rumput menyimpan air di dalamnya. Remas batang tanaman tersebut untuk mengeluarkan airnya, ya!

4. Membuat Perapian

Perapian bukan hanya untuk penerangan, tapi juga untuk  membantu menjaga suhu badan tetap hangat. Mulailah dengan mengumpulkan sulur atau jarum pinus kering sebagai sumbu. Lalu, kumpulkan berbagai ukuran kayu kering yang ada, mulai dari yang besar hingga ranting-ranting kecil.

Lalu bagaimana cara membuat apinya? Nah, ikuti langkah-langkah ini ya!

– Susun kayu berukuran besar membentuk lingkaran untuk menahan angin.

– Buatlah kerangka berbentuk limasan di dalamnya. Susunlah tegak berdiri balok kayu sebagai penyangga di tengah, lalu susun kayu berukuran sedang di sekitarnya. Susun hingga rapat, namun sisakan lubang untuk memasukkan sumbu.

– Masukkan sumbu ke dalam limasan, lalu nyalakan dengan korek api.

– Ketika api kecil sudah menyala, tiup sedikit demi sedikit hingga nyala api sudah agak membesar. Lalu, masukkan lebih banyak ranting atau rumput kering sebagai bahan bakar tambahan.

– Jika kamu tidak membawa korek api, gunakan kaca, lensa kamera. Fokuskan cahaya pada sumbu hingga percikan api muncul. Setelah itu, lakukan langkah yang sama seperti di atas.

5. Membuat Tombak Sederhana

Tombak sederhana bisa digunakan untuk berburu hewan. Selain itu, tombak juga bisa digunakan sebagai alat pertahanan diri dari binatang liar. Yuk, buat dengan mengikuti langkah berikut ini:

– Cari tongkat kayu yang panjang dan lurus, dan usahakan kokoh serta tidak mudah patah

– Belah ujungnya menjadi dua atau tiga

– Pipihkan batu atau kayu pipih di sela-sela belahannya hingga mantap

– Tajamkan masing-masing bagian belahan dengan pisau atau batu tajam.

Nah, jadi itulah cara sederhana untuk kamu bisa bertahan hidup di alam bebas. Mengikuti komunitas pecinta alam sangat penting juga, lho, buatmu yang suka berpetualang di alam bebas. Semakin banyak relasi, semakin banyak pengetahuan yang kamu dapatkan, dan tentunya bisa meningkatkan kesiapan kamu saat ada dia alam bebas.

Sumber:

https://tirto.id/panduan-bertahan-hidup-saat-tersesat-di-alam-bebas-termasuk-hutan-etS2

https://mapalapmkunm.wordpress.com/materi-materi-pa/materi-survival/

Share to your beloved people

Leave a Reply

seventeen − 3 =