Ibu Menyusui Turut Berperang Melawan COVID-19 Dengan ASI, Begini Faktanya

Pandemi COVID-19 ini menjadi waktu yang amat panjang untuk para ilmuan mulai berlomba-lomba menemukan obat, vaksin, hingga alternatif lain untuk menangkal pandemi ini. Ribuan nyawa telah hilang atas terjadinya wabah penyakit ini. Kemudian berbagai penelitian menemukan, bahwa air susu ibu (ASI) ternyata mengandung antibody terhadap berbagai virus.

Terdapat berbagai bukti bahwa ASI dapat menghambat tumbuhnya virus, diantaranya poliovirus, virus influenza, respiratory-syncytial-virus (RSV), coxsakievirus, echovirus, rhinovirus, dan rotavirus. Kolostrum dapat menetralisasi virus RSV, yaitu saat virus ini pada saluran napas mengancam jiwa dan akhirnya menyebabkan bayi dirawat di beberapa negara berkembang.

Tahukah Kamu?

Bayi yang dirawat karena infeksi RSV pada kelompok yang mendapat ASI sebanyak 7% sedangkan bayi dengan susu formula 28% (Tumbelaka dan Karyanti, 2008). Maka, dalam perang melawan pandemi saat inilah ada kebutuhan mendesak untuk mengidentifikasi faktor antibodi khusus SARS-CoV-2 dalam ASI, sehingga bisa membantu memberikan kekebalan. Terutama bagi bayi yang baru lahir, karena keadaan bayi masih sangat rentan terhadap penyakit.

Namun, kadar antibodi tipe sekretori tinggi (sIgA) jika ibu yang menyusui baru pulih dari COVID-19 akan menurunkan kekebalan ini kepada bayi, dan ada kemungkinan antibodi ASI yang dimurnikan bisa menjadi terapi bagi orang dewasa yang menderita COVID-19 (Fox et al., 2020; Hahn-Holbrook, 2020).

Antibodi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menghancurkan patogen seperti COVID-19. Semua ibu yang pulih dari COVID-19 memiliki antibodi untuk COVID-19 dalam ASI mereka. Ini membuka peluang untuk menggunakan ASI dari ibu yang sembuh COVID-19 untuk mengobati bayi yang sakit kritis atau mencegah penyakit parah pada bayi yang rentan.

Kadar Antibodi yang Tinggi

Pada sebuah penelitian membuktikan, bahwa ditemukan kadar tinggi jenis antibodi khusus dalam susu yang disebut sIgA, yang sangat baik dalam melawan penyakit yang menyerang lapisan paru-paru seperti COVID-19.

Nah, dalam ASI juga ditemukan senyawa kekebalan tubuh yang merespons COVID-19 bahkan dalam susu ibu pada kelompok kontrol yang tidak pernah terinfeksi COVID-19. Hal ini tentunya menjadi kabar baik, apalagi ini menunjukkan bahwa ASI mungkin memiliki beberapa sifat kekebalan umum yang membantu bayi melawan COVID-19.

Kendati demikian, penelitian tentang seberapa efektif antibodi ASI sebagai pengobatan dan untuk mengidentifikasi potensi risiko masih terus dilakukan. Bahkan penelitian untuk mengetahui apakah ASI dari ibu yang pulih dari COVID-19 sekalipun. Hal ini guna memastikan kandungan virus yang benar-benar bisa menyebabkan atau memperburuk infeksi.

Peranan ASI Melawan COVID-19

ASI ialah nutrisi terbaik bagi sebagian besar bayi, bahkan bisa memberikan perlindungan terhadap banyak penyakit. Meskipun begitu, ada pengecualian walaupun langka, dimana menyusui atau memberi ASI perah tidak dianjurkan.

Berbagai penelitian berhasil menyebutkan peranan dan manfaat ASI untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas infeksi pada bayi. ASI berperanan pada infeksi candidiasis, infeksi saluran cerna secara umum, diare, amubiasis intestinal, NEC, salmonelosis, infeksi saluran nafas secara umum, pneumonia, otitis media, dan lain-lain.24

Jadi, penelitian yang dilakukan oleh Duijts dan kawan-kawan terhadap 4168 bayi di Rotterdam, Belanda, mendapat hasil bahwa bayi-bayi yang mendapatkan ASI ekslusif sampai 4 bulan, lalu dilanjutkan ASI campuran sampai usia 6 bulan memiliki risiko infeksi saluran nafas atas, infeksi saluran nafas bawah, dan gastrointestinal yang lebih rendah dibanding bayi yang tidak pernah mendapat ASI.

Darah Penyintas COVID-19 Jadi Penyembuh

Antibodi dari darah pasien yang sembuh dari COVID-29 pun sudah digunakan untuk mengobati pasien COVID-19, lho. Selanjutnya, langkah yang ditempuh adalah membandingkan efektivitas antibodi dalam susu dengan yang ditemukan dalam darah. ASI mengandung kadar sIgA yang jauh lebih tinggi daripada plasma, dan sIgA sangat membantu melindungi paru-paru

Wah, semoga pandemi ini cepat selesai ya. Para ibu yang sedang menyusui perlu diperhatikan lagi oleh semua pihak supaya bisa memaksimalkan kehidupan untuk bayinya dengan ASI maupun tanpa ASI. Dalam keadaan seperti ini, semua pihak harus saling mendukung segala hal terbaik, kepedulian sesame adalah cara terbaik untuk melewati masa pandemi ini.

Sumber:

Fadilah, Setiawati. Aspek Imunologi Air Susu Ibu Dan Covid-19. p-ISSN 0853-7720; e-ISSN 2541-4275, Volume 6, Nomor 1, halaman 44 – 67, Januari 2021. DOI: http://dx.doi.org/10.25105/pdk.v6i1.8629

https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2778766

http://scholar.unand.ac.id/24552/2/BAB%201.%20Tesis%20dr.%20Ismatul.pdf

Share to your beloved people

Leave a Reply

19 − ten =