Hari Susu Sedunia, Menilik Seberapa Penting Susu Bagi Kesehatan

Susu adalah salah satu minuman yang popular dimanapun. Susu sapi sendiri adalah minuman yang sering diklaim baik untuk kesehatan. Selain di Indonesia, susu sangat popular di Amerika Serikat dan Eropa. Susu ialah sumber makanan alami bagi mamalia, manusia dan hewan lainnya menghasilkan susu untuk memberi makan anak-anaknya sampai mereka siap memakan makanan padat.

Susu sudah seharusnya mengandung nutrisi, selain untuk membantu mendukung pertumbuhan tubuh selain kalsium dan protein. Kendati demikian, ada juga penelitian yang mengklaim bahwa ada susu yang baik dan buruk bagi tubuh dikarenakan meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan, intoleransi laktosa, dan kesejahteraan hewan, susu nabati, dan alternatif produk susu pun semakin populer.

Dampak Bagi Kesehatan

Kamu pasti sudah tahu bahwa susu mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan. Kalium dalam susu misalnya, yang bisa membantu kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam batas yang dianjurkan pakar kesehatan. Dietary Guidelines for American pun merekomendasikan supaya orang dewasa makan sekitar 3 cangkir dengan susu rendah lemak atau bebas lemak setiap harinya untuk menjadikannya bagian dari diet sehat. Kamu bisa mencoba susu biasa, yogurt, keju dan minuman susu kedelai.

Susu ini ternyata juga sumber potasium yang bisa membantu pembuluh darah membesar dan menurunkan tekanan darah. Nah, mendapat lebih banyak kalium sekaligus bisa mengurangi asupan natrium atau garam di dalam tubuh yanag bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, lho!

Tahukah kamu, banyak orang di Amerika Serikat bahkan tidak mendapatkan kebutuhan susu harian yang direkomendasikan untuk potasium, yaitu sebanyak 3.400 miligram (mg) pada pria dan 2.600 mg untuk wanita.

Meskipun baik bagi kesehatan jantung, namun susu sapi mengandung lemak jenuh dan kolesterol dalam jumlah tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, makanya orang dengan riwayat penyakit jantung ini harus mengonsumsi susu dalam jumlah sedang.

Selain penting untuk jantung, ternyata susu juga mempunyai dampak terhadap salah satu penyakit mental, yaitu depresi. Tingkat vitamin D yang memadai mendukung produksi serotonin, hormon yang diasosiasikan orang dengan suasana hati, nafsu makan, dan tidur.

Susu sapi juga membantu pertumbuhan bayi dengan cepat, jadi masuk akal jika susu sapi dapat membantu pertumbuhan otot. Susu sapi adalah sumber yang kaya akan protein berkualitas tinggi, yang mengandung semua asam amino esensial.

Susu murni pun merupakan sumber energi yang kaya dalam bentuk lemak jenuh, yang dapat mencegah massa otot digunakan untuk energi. Susu rendah lemak sendiri dapat memberikan manfaat susu sekaligus menyuplai lebih sedikit lemak.

Alergi Susu

Meskipun baik bagi tubuh, tidak jarang orang yang mengalami alergi susu. Alergi susu, atau hipersensitivitas, berbeda dengan intoleransi laktosa. Dalam alergi ini, tubuh bereaksi terhadap protein, bukan gula.

Alergi susu sapi dapat menyebabkan gejala, seperti mengi dan asma, diare, muntah, dan gangguan pencernaan. Alergi yang parah dapat menyebabkan anafilaksis, reaksi alergi yang bahkan mengancam keselamatan nyawa, lho.

Selain itu, mendapatkan terlalu banyak nutrisi tertentu bisa berbahaya. Konsumsi berlebihan dari makanan bisa saja jarang terjadi, tetapi obat-obatan atau kondisi medis tertentu dapat membuatnya lebih mungkin terjadi. Jika seseorang memiliki masalah ginjal, terlalu banyak mendapat asupan kalium atau fosfor bisa berbahaya. Terlalu banyak kalium dikenal sebagai hiperkalemia.

Alternatif dari Meminum Susu

Siapa pun yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu sapi, atau yang sedang mempertimbangkan untuk menghindari susu sapi karena alasan etika atau lingkungan, dapat mencoba susu alternatif.

Berbagai susu pengganti, seperti almond, kedelai, kelapa, rami, dan oat, tersedia di mana-mana, lho.

Susu kedelai sendiri diperkaya dengan kalsium, vitamin A, dan vitamin D, air kedelai ini adalah bagian dari kelompok susu karena memiliki komposisi nutrisi yang mirip dengan susu.

Alternatif susu lain yang terbuat dari tumbuhan dan bisa jadi mengandung kalsium bahkan bukan bagian dari kelompok produk susu karena profil nutrisinya tidak mirip dengan susu kedelai atau susu sapi.

Menurut salah satu peneliti Harvard, bagaimanapun, susu tidak diperlukan untuk kesehatan yang optimal. Namun, banyak yang merekomendasikannya, dan banyak orang menganggap susu sapi sebagai cara mudah untuk mendapatkan nutrisi penting, termasuk kalsium, vitamin D, dan protein.

Jadi, rutin meminum susu sebenarnya bisa membantu kita mendapatkan nutrisi penting, meskipun bukan termasuk kebutuhan primer pangan.

Sumber:

https://academic.oup.com/ajcn/article/113/5/1063/6218075

https://www.medscape.com/viewarticle/925896

https://www.medicalnewstoday.com/articles/273451#summary

Share to your beloved people

Leave a Reply

one × three =