Dopamin Si Pembuat Ceria, Kenapa Penyalahgunaannya Berdampak Buruk?

Hari Anti Narkotika Internasional diperingati setiap tanggal 26 Juni 2021, hari dimana seharusnya menjadi waktu yang serentak untuk menyebarkan kesadaran tentang masalah serius atas penyalahgunaan narkoba di seluruh dunia.

Tujuannya tentu saja sebagai bentuk memperkuat aksi dan kerjasama untuk mencapai tujuan masyarakat internasional yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 26 Juni sebagai Hari Internasional Menentang Penyalahgunaan dan Perdagangan Gelap Narkoba pada 7 Desember 1987.

Masalah penyalahgunaan narkoba pun sudah diakui secara global pada awal abad ke-20, lho. Jadi, sebenarnya bukan coba-coba menyalahgunakan narkoba ini yang sangat berbahaya, tetapi ketergantungannya yang membuat narkoba harus dihindari.

Mereka yang menyalahgunai narkotika ini bisa ketergantungan atau kecanduan. Dilansir dari kompas.com, meskipun rata-rata hanya sekitar 10% pengguna narkoba yang mengalami ketergantungan, tetap saja harus menjadi kewaspadaan penuh dari lingkunganmu supaya tidak terjerat dunia gelap narkotika ini.

Selanjutnya, kita akan membahas bagaimana hormone dopamine yang merupakan senyawa kimiawi di otak yang berperan untuk menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Hormon ini memengaruhi berbagai aktivitas manusia, mulai dari kemampuan mengingat hingga menggerakkan anggota tubuh.

Perlu kamu ketahui, hormon dopamin ialah hormon pengendali emosi. Maka, saat dilepaskan dalam jumlah yang tepat, hormon ini akan meningkatkan suasana hati, jadi orang akan merasa lebih senang dan bahagia. Namun, kekurangan hormon dopamin akan membuat suasana hati menjadi buruk, bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Yuk, kita bahas bagaimana hormon dopamin ini bekerja! Simak di bawah ini ya:

  • Berfungsi sebagai neurotransmiter

Hormon dopamin dikenal sebagai neurotransmiter, yakni senyawa kimia yang berperan sebagai penghantar stimulus (pesan untuk rangsangan) ke sel saraf di otak dan di otot.

  • Membawa perasaan positif

Hormon dopamin berpengaruh terhadap munculnya perasaan yang menyenangkan, mulai dari jatuh cinta, gembira, motivasi, hingga kepercayaan diri. Tapi kalau dilepaskan secara berlebihan, hormon ini dapat membuat seseorang menjadi terobsesi pada sesuatu, lho.

  • Perilaku

Dopamin bahkan memengaruhi perilaku seseorang. Maka saat dilepaskan dalam kadar yang sesuai, hormon dopamin akan membuat seseorang lebih bersemangat dan termotivasi.

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh

Hormon dopamin ternyata bisa meningkatkan proses pencernaan, sehingga membuat saluran pencernaan mencerna nutrisi secara optimal. Juga, hormon dopamin juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh serta meredakan peradangan.

  •  Vasolidator

Nah, kadar yang normal pada hormon dopamin yang ada di pembuluh darah bisa menjadi vasodilator. Maksudnya ialah hormon ini menjaga pembuluh darah agar tetap melebar sehingga tekanan darah tidak meningkat. Sangat bahaya, bukan, jika narkotika membuatnya jadi tidak stabil!

  • Guna untuk kerja organ tubuh

Hormon dopamin dapat memengaruhi kerja organ-organ penting dalam tubuh, contohnya ginjal dan pancreas, dimana pada ginjal hormon ini akan meningkatkan pengeluaran urine. Namun pada pankreas, hormon dopamin akan menekan produksi hormon insulin, yang berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.

  • Gangguan pada otak

Pelepasan hormon dopamin yang terlalu banyak di otak bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan skizofrenia. Namun, kadar dopamin yang terlalu rendah di otak dikaitkan dengan munculnya penyakit Parkinson.

  • Tidak stabilnya pusat perhatian

Kelainan hormon dopamin di otak seringkali dianggap gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (attention deficit hyperactivity disorder/ADHD). Maka, penderita ADHD akan diberikan obat untuk meningkatkan pelepasan produksi dopamin di otak.

  • Memperbaiki kerja jantung dan aliran darah ke ginjal

Efek ini membuat obat yang memiliki kandungan hormon dopamin bisa untuk mengatasi syok, misalnya akibat gagal jantung, gagal ginjal, cedera, atau serangan jantung.

  • Bisa dipicu oleh beberapa jenis narkoba

Nah, yang terakhir inilah yang sangat berbahaya ketika narkotika disalahgunakan karena sebagian jenis narkoba, seperti kokain, heroin, dan metamfetamin, dapat memicu otak melepaskan hormon dopamine, sehingga dalam jumlah banyak dan membuat seseorang merasakan efek euforia.

Ingatlah bahwa ketika kamu memang membutuhkan hormone dopamine ini, konsultasikan dengan dokter. Utamanya jika kamu menderita depresi atau penyakit mental lainnya. Jika kamu mendapat penanganan yang tepat, maka kamu akan mendapat pengobatan, bukan malah merusak dirimu dengan terjerat narkoba.

Ingatlah selalu bahwa narkoba bisa merusak generasi bangsa,

dan janganlah kamu menjadi bagian dari perusak generasi bangsa!

sumber:

https://www.eastmojo.com/health/2021/06/26/international-day-against-drug-abuse-2021-history-significance-theme/

https://www.healthline.com/health/dopamine-effects#:~:text=Dopamine%20is%20associated%20with%20pleasurable,%2C%20learning%20ability%2C%20and%20memory.

https://www.alodokter.com/10-fakta-tentang-hormon-dopamin#:~:text=Hormon%20dopamin%20berpengaruh%20terhadap%20munculnya,seseorang%20menjadi%20terobsesi%20pada%20sesuatu.

Share to your beloved people

Leave a Reply

2 × 1 =