Dilarang Mudik Lebaran, Yuk Kenali Replikasi Virus!

Pasien yang terdampak virus Covid-19 terus bertambah hingga hari ini. Larangan mudik pada Idul Fitri tahun 2021 ini pun masih digalakkan. Replikasi virus ini yang terus terjadi harusnya membuat pelbagai pihak mengikuti aturan pemerintah untuk tidak pergi mudik dan berkerumun. Kendati demikian, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan replikasi virus itu sendiri?

Kita akan membahas replikasi virus karena virus adalah patogen intraseluler obligat, mereka tidak dapat bereplikasi tanpa mesin dan metabolisme sel inang. Dilansir dari immunology.org, siklus hidup replikasi virus sangat berbeda antara spesies dan kategori virus, ada enam tahapan dasar yang penting untuk replikasi virus, lho.

Berikut ini adalah 6 tahapan replikasi virus untuk kita lebih memahami apa yang dimaksud replikasi virus. Simak, ya!

1. Absorpsi

Pada tahapan ini protein virus pada kapsid atau amplop fosfolipid berinteraksi dengan spesifik reseptor pada permukaan sel inang. Kekhususan ini menentukan kisaran inang sebuah virus (tropisme).

2. Penetrasi

Tahapan ini membuat proses keterikatan yang dapat menyebabkan reseptor tertentu melakukan perubahan konformasi kapsid virus protein, atau selubung lipid yang dihasilkan dalam fusi virus dan seluler membran. Beberapa virus DNA juga bisa masuk ke sel inang melalui endositosis yang dimediasi reseptormediasi.

3. Pelapisan

Pada tahapan ini kapsid virus dihilangkan dan terdegradasi oleh enzim atau inang virus enzim yang berhasil melepaskan genom virus asam nukleat.

4. Replikasi

Setelah genom virus tidak dilapisi, transkripsi file genom virus dimulai. Tahap replikasi virus inilah yang sangat berbeda antara DNA Virus dan RNA virus dengan polaritas asam nukleat yang berlawanan. Proses ini berpuncak pada desintesis novo protein dan genom virus.

5. Perakitan

Setelah sintesis de novo dari genom dan protein virus, ada yang dapat dimodifikasi secara posttransrciptional, yaitu protein virus dikemas dengan genom virus yang baru direplikasi ke dalam virion baru yang siap dilepaskan dari sel inang. Proses ini juga bisa disebut sebagai pematangan.

6. Pelepasan virus

Ada dua metode pelepasan virus, yaitu lisis atau tunas. Hasil lisis yaitu dari kematian sel inang yang terinfeksi, jenis virus ini disebut sebagai sitolitik. Contohnya adalah variola mayor juga dikenal sebagai cacar. Virus yang terselubung, seperti virus influenza A biasanya akan dilepaskan dari sel inang dengan cara bertunas. Proses inilah yang menghasilkan akuisisi dari fosfolipid virus. Jenis virus ini biasanya tidak membunuh sel yang terinfeksi dan disebut virus sitopatik.

Setelah virion melepaskan beberapa protein virus tetap berada di dalam membran sel inang, yang bertindak sebagai target potensial untuk antibodi yang bersirkulasi. Protein virus yang tersisa di dalam sitoplasma sel inang dapat diproses dan disajikan di permukaan sel pada MHC kelas-I molekul, di mana mereka dikenali sebagai sel T.

Jadi, apakah kamu masih mau mudik? Meskipun replikasi virus ini adalah hal yang normal, namun mereka tidak semakin berbahaya ketika tidak menempel pada tubuh, jika sudah masuk ke dalam tubuh, keadaan akan jauh berbeda dari pernyataan sebelumnya. Inilah mengapa mudik bukan hanya membahayakan dirimu sendiri, melainkan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

Jagalah kesehatan, karena sehat adalah hal yang diinginkan semua orang, utamanya para pasien dari pandemi ini.

Sumber: “Virus Replication”. British Society for Immonology. 10 Mei 2021. <https://www.immunology.org/public-information/bitesized-immunology/pathogens-and-disease/virus-replication>

Share to your beloved people

Leave a Reply

19 − 8 =