Alasan Pluto Dikeluarkan dari Planet: dari Fakta Sampai Arti Nama Pluto

Sains adalah ilmu yang berkembang sangat pesat, hilangnya Pluto sebagai bagian dari planet adalah salah satu buktinya. Ada begitu banyak hal-hal baru yang menggantikan gagasan ilmiah lama mengikuti perkembangan zaman yang ada. Ilmu tentang alam semesta, termasuk astronomi ini adalah pembahasan yang tidak pernah habis. Ada saja perdebatan yang dimulai karena gagasan-gagasan baru muncul, yang dilanjut dengan fakta-fakta unik setelahnya.

Tahukah kamu, Tata Surya merupakan suatu sistem yang terdiri dari Matahari, delapan planet, planet kerdil, komet, asteroid dan benda-benda angkasa kecil lainnya. Matahari ini merupakan pusat dari semua Tata Surya, lho. Hal ini karena benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada lintasannya masing-masing.

Nah, planet sendiri merupakan suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang, yaitu Matahari. Oleh para ahli astronomi, planet ditentukan melalui serangkaian pengamatan dan penelitian selama ribuan tahu, lho. Planet yang ditemukan secara berurutan ini ialah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Jarak antara planet ini dengan Matahari berbeda-beda.

Kamu harus tahu, nih, kalau sebuah planet harus melakukan tiga hal hingga bisa disebut planet, tiga hal ini ialah ia harus mengorbit sebuah bintang, ia harus cukup besar untuk memiliki cukup gravitasi untuk memaksa sebuah bentuk bola, dan ia harus cukup besar sehingga gravitasinya dapat membersihkan objek dengan ukuran serupa di dekat orbitnya.

Dilansir dari spaceplace.nasa.gov , planet di tata surya tidak muncul begitu saja, lho. Termasuk matahari, karena mereka semua adalah bagian dari awan besar, gas dan debu. Nah, gravitasi ini yang akhirnya mengumpulkan banyak material di tengahnya untuk menciptakan matahari.

Selanjutnya, benda-benda yang tersisa akan berputar di sekitar matahari yang terbentuk, bertabrakan dan berkumpul bersama. Bahkan beberapa diantaranya akan memiliki gravitasi yang cukup untuk menarik lebih banyak gas dan debu, hingga akhirnya menjadi planet.

Nah, setelah menemui perdebatan yang sangat panjang, pada tahun 2006 para ilmuan akhirnya menemukan definisi planet. Mereka mengatakan sebuah planet harus melakukan tiga hal. Hal pertama mungkin tampak jelas — ia harus mengorbit mengelilingi matahari. Kedua, benda itu harus cukup besar untuk memiliki gravitasi yang cukup untuk memaksanya menjadi bentuk bola. Dan ketiga, itu harus cukup besar sehingga gravitasinya membersihkan objek lain dengan ukuran serupa di dekat orbitnya di sekitar Matahari.

Beberapa tahun ke belakang, Plutp termasuk planet yang mengorbit pada Matahari, hingga akhirnya keberadaan Pluto yang tidak dikategorikan sebagai planet lagi pun menghebohkan seluruh dunia. Setelah 75 tahun Pluto ditemukan untuk masuk dalam kategori planet, berikut ini adalah fakta-fakta tentang Pluto hingga akhirnya di drop out dari kaegori Planet, simak ya!

1. Pluto adalah Dewa Penjaga Alam Kematian

Pluto dalam bahasa Yunani adalah Hades. Hades ialah Dewa Penjaga Alam Kematian. Kemungkinan besar pengambilan nama ini karena letak Pluto yang sangat jauh dari matahari dan selalu dalam kegelapan.

2. Pluto adalah Singkatan dari Nama Pendiri Observatorium Lowell

PL pada nama Pluto ini kemungkinan juga singkatan dari Percival Lowell, seorang pendiri Observatorium Lowell di Arizona Amerika. Nah, ahli-ahli astronomi di Observatorium Lowell ini melakukan penelitian untuk mencari planet kesembilan. Setelah waktu yang sangat lama, akhirnya Clyde W. Tombaugh (seorang ahli astronomi yang bekerja di Observatorium Lowell) berhasil menemukan planet kesembilan ini, tepatnya pada tanggal 18 Februari 1930. Hal ini resmi diumumkan pada tanggal 13 Maret 1930.

3. Diberhentikan statusnya sebagai planet

Perdebatan Pluto masuk ke dalam planet sebenarnya menemui banyak perdebatan. Hingga akhirnya IAU (International Astronomical Union) mengumumkan bahwa Plato tidak termasuk ke dalam planet, tepatnya 24 Agustus 2006.

4. Alasan diberhentikan sebagai planet

Setelah IAU mengemukakan definisi Planet dan menyimpulkan Pluto bukan lagi bagian dari Planet, kriteria benda luar angkasa disebut planet pun diungkapkan. Berikut kriteria planet yang harus kamu ketahui:

– Planet mengikuti orbit Matahari, sedangkan Pluto memiliki orbit yang memotong Neptunus sehingga dianggap orbit Pluto belum bersih dari benda angkasa lain.

– Bentuk fisiknya cenderung bulat, namun ukuran Pluto bahkan tidak lebih besar dari Bulan.

– Orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain, namun jika dilihat dengan teleskop, maka akan tampak benda angkasa lain yang ukurannya hampir sama cengan Pluto dan diberi nama Charron.

5. Alasan paling kuat

Tahukah kamu, alasan paling kuat Pluto dikeluarkan adalah banyaknya penemuan benda langit yang ukurannya mirip bahkan lebih besar daripada Pluto di awal tahun 2000an. Sehingga kalau Pluto termasuk planet maka jumlah planet matahari akan bertambah sangat banyak.

Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah ada kesalahan saat menentukan Pluto sebagai planet, atau hal ini terjadi karena adanya perubahan dan perkembangan zaman? Tapi yang pasti, Pluto pernah menjadi salah satu bentuk nyata betapa perkembangan sains di dunia ini sangatlah pesat.

Sumber: “What is a Planet?”. Space Place. 27 Juni 2019. 5 Mei 2021. <https://spaceplace.nasa.gov/planet-what-is/en/>

Saputra, Oka. “Revolusi dalam Perkembangan Astronomi: Hilangnya Pluto dalam Keanggotaan Planet Pada Sistem Tata Surya”. Jurnal Filsafat Indonesia Vol 1 No 1 (2018): Online.

Share to your beloved people

Leave a Reply

six − 3 =