Dampak Penggunaan Laptop Secara Terus Menerus

(Dari Kebutuhan, Jadi Penyakit)

Laptop hingga gawai menjadi barang elektronik yang sangat penting untuk digunakan, baik untuk belajar ataupun bekerja, hingga hiburan. Jika dulu barang elektronik ini ditujukan untuk kebutuhan sekunder bahkan tersier, kini laptop dan gawai sudah menjadi kebutuhan primer karena segala hal dilakukan secara daring. Kendati demikian, kita semua tahu bahwa terlalu lama di depan layer pun tidak baik bagi kesehatan mata.

Adapun survei yang dilakukan American Optometric Association (AOA) tahun 2004 membuktikan bahwa 61% masyarakat Amerika sangat serius dengan permasalahan mata akibat bekerja dengan komputer terlalu lama, lho.

Akan Menjadi Masalah Besar

Dilansir dari jurnal Unnes Journal of Public Health, AOA dan Federal Occupational Safety and Health Administration menyakini bahwa Computer Vision Syndrome akan menjadi masalah besar yang mengkhawatirkan di masa depan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menunjukkan angka kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) tahun 2004 berkisar 40-90% pada pekerja yang beraktivitas di depan komputer.

Mata Lelah dan Tidak Nyaman

Inilah yang menjadi hal penting untuk diperhatikan soal posisi duduk, posisi mata terhadap monitor komputer, serta lamanya bekerja di depan komputer.

Setiap menggunakan komputer sebagai alat bantu pekerjaan, WHO 2004 menyatakan, “bahwa pada orang-orang yang bekerja pada komputer sering menimbulkan kelelahan dan rasa ketidaknyamanan pada mata” (Ikatan Dokter Indonesia, Seminar Komputer dan Keselamatan Kerja, 2004).

Meningkatkan Stres

Dari hasil riset yang dilakukan National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) bahwa penggunaan komputer terlalu lama dapat menimbulkan ketingkatan stress yang lebih tinggi daripada pekerja lain.

NIOSH juga menunjukkan, hampir 88% dari seluruh pengguna komputer mengalami Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu suatu kondisi yang terjadi karena terlalu lama memfokuskan mata ke layar komputer lebih dari empat (4) jam sehari (Djunaedi, 2004).

Penyakit yang Ditimbulkan

Adapun penyakit yang ditimbulkan ialah gejala visual dan gejala ekstraokuler. Gejala visual terdiri dari penglihatan kabur, penglihatan ganda, presbiopia, kesulitan dalam memfokuskan penglihatan. Penglihatan kabur merupakan gejala yang banyak dikeluhkan oleh pekerja komputer.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Chiemeke et al. berupa 45,7% responden mengeluhkan hal tersebut, namun keluhan yang dirasakan bukan merupakan suatu keluhan yang berat. Presbiopia merupakan suatu keadaan akibat berkurangnya kemampuan akomodasi lensa dan pada umumnya dialami oleh seseorang yang telah berusia 40 tahun.

Pekerjaan dan metode pembelajaran daring dengan menggunakan komputer dapat menyebabkan presbiopia muncul pada usia lebih muda karena terjadi perubahan kemampuan akomodasi yang berusaha menyesuaikan kebutuhan melihat monitor dalam jarak dekat.

Selain itu ada juga memfokuskan penglihatan, yang menurut hasil penelitian oleh Cabrera et al., prevalensinya cukup tinggi (45,1%). Gejala tersebut berkorelasi sangat kuat dengan lama bekerja di depan komputer sehari dan lama bekerja di kantor (Affandi ,2005:298).

Gejala ekstraokuler sendiri terdiri dari nyeri bahu, nyeri leher, dan nyeri punggung. Studi oleh Talwar et al. mengenai kelainan visual dan muskuloskeletal pada pekerja komputer mendapatkan gejala muskuloskeletal, seperti nyeri leher, yang merupakan keluhan terbanyak (48,6%), nyeri punggung bawah (35,6%), dan nyeri bahu (15,7%).

Apa Yang Harus Dilakukan

Langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga waktu untuk bekerja, belajar atau bermain menggunakan laptop juga gawai. Hal ini diperlukan karena jika mata menatap terus-menerus akan mengakibatkan masalah serius pada mata. Bahkan pada bagian tubuh lainnya

Selanjutnya mulai perhatikan posisi tubuh untuk menggunakan laptop dan gawai, semisal posisi duduk yang baik, letak tangan yang benar, hingga jarak antara layar dan mata supaya meminimalisir penyakit.

Tidak lupa meminum vitamin untuk mata supaya mata tetap sehat dan mendapatkan nutrisi yang baik meskipun harus ada di depan layar berjam-jam. Perbanyak juga meminum air mineral, ya!

Selalu utamakan istirahat dalam segala hal yang kamu lakukan, jangan berlebihan dan jaga kesehatanmu. Jam tidur yang tepat bisa membuat matamu beristirahat setelah menatap layar berjam-jam.

Stay Safe. Stay Healty!

Sumber:

Kurmasela, Grace P, dkk. “Hubungan Waktu Penggunaan Laptop Dengan Keluhan Penglihatan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi”. Volume 1 Nomor 1. Edisi 2013: Online.

Share to your beloved people

Leave a Reply

5 × four =