Bukan Hanya Faktor Genetik, Inilah Alasan Pigmentasi Warna Mata Beragam!

Pernahkah kamu merasa bahwa orang yang mempunyai mata berwarna biru sangatlah indah? Tapi, kamu tidak perlu merasa iri, karena warna mata seseorang dipengaruhi oleh hasil jumlah melanin, dan tentunya setiap orang mempunyai jumlah melanin yang berbeda.

Melanin ini merupakan protein yang ditemukan di bagian depan iris mata. Tapi, bukan hanya pada iris mata, lho. Melanin juga bisa ditemukan pada kulit dan rambut. Nah, rendahnya melanin inilah yang akan menghasilkan warna mata.

Selain kadar melanin, ada faktor genetika juga yang membuat warna mata berbeda. Makanya, sebagian orang mempunyai warna mata yang gelap, dan sebagiannya terang. Bahkan ada yang berwarna hijau, lho!

Molekul pigmen utama melanin adalah biopolimer inert yang diproduksi oleh sel melanosit yang berada di kulit dan folikel rambut. Lalu, variasi gen ini berada di posisi untuk menjadi pleiotropic, dimana dalam Tindakan ini menyebabkan warna kulit, rambut dan warna mata menjadi berkorelasi.

Misalnya, populasi di Eropa Utara dengan frekuensi tinggi orang berambut terang, kulit terang dan mata biru atau ekuator. Sedangkan populasi di Afrika dengan frekuensi tinggi orang berkulit gelap, rambut gelap, dan warna mata cokelat.

Kendati demikian, dilansir dari NCBI, karena melanosit yang terletak di tiga kompartemen ini mewakili populasi seluler independen dengan jalur pengaturan atau pensinyalan alternatif, varian spesifik sifat juga terjadi, menghasilkan berbagai kombinasi fenotipik seperti rambut gelap, kulit terang dan mata biru yang umum di Eropa atau rambut terang, kulit gelap dan mata cokelat terlihat di Kepulauan Solomon.

Contoh lain dari hal ini adalah sensitivitas melanosit folikel terhadap penuaan, secara bertahap menghasilkan warna rambut abu-abu perak hingga putih, yang menunjukkan hilangnya sel-sel dari daerah bulbus selama bertahun-tahun.

Pembentukan Melanin dalam Melanosome

Konversi fenilalanin menjadi tirosin oleh fenilalanin dehidroksilase (PAH) terjadi di sitoplasma melanosit dan diperlukan untuk mempertahankan pasokan substrat ini agar melanogenesis terjadi terus menerus, dengan aktivitasnya berkorelasi positif dengan tipe kulit.

Penyerapan aktif tirosin oleh melanosom diperlukan, dan diprakarsai oleh proses oksidasi oleh tirosinase (TYR) dan melibatkan enzim lain seperti DHI oksidase (TYRP1) dan dopachrome tautomerase (DCT). Transportasi ion sangat penting untuk fungsi melanosom, dengan aktivitas TYR yang bergantung pada pH dan aktivitas absolutnya menjadi sangat penting untuk laju produksi melanin.

Kopling transportasi H+, Na+, Ca2+ dan K+ oleh kompleks V-ATP, dengan keterlibatan SLC45A2, SLC24A5 dan TPCN2 dalam regulasi proses ini, ditunjukkan. Sistin sebagai regulator negatif melanogenesis dipompa keluar oleh CTNS. Protein SILV membentuk tulang punggung matriks melalui proteolisis spesifik dari protein prekursor, di mana eumelanin disimpan.

Melanosom kemudian diangkut di sepanjang proyeksi seluler tipis yang dikenal sebagai dendrit dan disimpan di dalam keratinoctyes, yang merupakan sel yang mengambil pigmen dan memberikan warna yang terlihat.

Pigmen Pada Mata 

Dilansir dari aao.org, orang dengan mata coklat memiliki beberapa sel pigmen coklat pada matanya. Sedangkan orang dengan mata biru tidak memiliki pigmen sama sekali di lapisan depan ini. Lain halnya untuk orang dengan mata hijau atau cokelat, salah satu atau kedua lapisan iris mengandung pigmen coklat muda. 

Nah, pigmen coklat muda berinteraksi dengan cahaya biru dan mata bisa terlihat hijau atau berbintik-bintik. Selain itu banyak orang memiliki variasi dalam warna iris mata mereka, seringkali dengan satu warna di dekat pupil dan satu lagi di tepi. Variasi ini terjadi ketika bagian iris yang berbeda memiliki jumlah pigmen yang berbeda di dalamnya.

Warna Mata Menggambarkan Kondisi Kesehatan

Nah, ternyata warna mata juga bisa menggambarkan kondisi kesehatan seseorang, lho. Dilansir dari cnnindonesia.com, jika kamu memiliki warna cokelat maka akan lebih cepat merespon cahaya daripada kamu yang memiliki mata berwarna biru. Namun, jika warna matamu adalah hijau, maka akan rentan terkena kanker.

Seorang ahli mata, Ruth Williams dari Wheaton Eye Clinic menyampaikan bahwa mata berwarna biru lebih peka terhadap cahaya, hal ini karena pengaruh pigmen yang menyerap cahaya di mata. Bahkan memiliki mata berwarna lebih terang, abu-abu, hijau dan biru bisa berarti peningkatan risiko kanker.

Mata biru mempunyai pigmen yang lebih sedikit untuk melindungi mata dari sinar UV, inilah alasan resiko penyakit kanker tersebut meskipun jarang terjadi. Namun, mata biru sangat berpotensi terserang melanoma uvea (lapisan tengah mata). Jadi, untukmu yang warna matanya terang jangan lupa menggunakan kacamata hitam, ya!

Kalau mata berwarna cokelat sendiri akan lebih cepat bereaksi terhadap cahaya untuk aktivitas tertentu. Meskipun demikian, warna mata bukanlah faktor utama seseorang terserang penyakit tertentu. Namun, jangan lupa untuk selalu memperhatikan perubahan apapun pada mata, ya!

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3491390/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170508181954-255-213250/beda-warna-mata-beda-respons-terhadap-cahaya

https://bobo.grid.id/read/081631034/kenapa-warna-mata-manusia-bisa-berbeda-beda-ya-akubacaakutahu?page=all

https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/your-blue-eyes-arent-really-blue

Share to your beloved people

Leave a Reply

15 + 14 =