Baby Boomers, Cerita Indonesia Pasca Kemerdekaan

Baby Boom, saat kamu mendengarnya mungkin akan terasa menggelitik, namun ini bukanlah suatu hal yang lucu sama sekali. Baby Boom ialah keadaan dimana angka kelahiran sangatlah tinggi dibanding masa sebelumnya. Indonesia tentu saja pernah mengalami keadaan ini, lho!

Ada yang dinamakan sebagai generasi baby boomers, dimana pada generasi ini angka kelahiran sangatlah tinggi. Ini adalah imbas dari Kemerdekaan RI (jika di luar negeri ada pula baby boomers yang merupakan imbas dari Perang Dunia II.

Nah, generasi ini memiliki angka kelahiran yan tinggi, tentu saja mereka memiliki banyak saudara, serta dianggap sebagai memiliki pengalaman hidup yang sangat banyak. Jadi, Indonesia termasuk salah satu negara yang terlambat untuk memulai program Keluarga Berencana (KB).

Bukan hanya faktor masa kepemimpinan Presiden Soekarno yang masih mengurusi hal-hal terkait kenegaraan (seperti persoalan ekonomi dan politik). Selain itu, mempopulerkan program KB juga bermasalah dengan filosofi banyak anak banyak rezeki.

Kendati demikian, bukan berarti baby boom di awal kemerdekaan (antara tahun 1950-1970) menjadi penyebab kepadatan penduduk di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Terence H. Hull dan Valerie J. Hull menyatakan bahwa Sukarno bahkan mengingatkan istrinya agar tidak hamil kira-kira hingga tiga tahun. Soekarno bahkan memahami isu fertilitas dan kesehatan perempuan, serta bersimpati dengan KB, lho!

Jadi, program KB ini sempat dijadikan pengendalian dampak baby boomer ini ketika awal terjadinya, lalu masa Orde Baru menggencarkan program KB untuk menanggulangi terjadinya baby boom, dengan kampanye dua anak lebih baik.

Program KB mulai redup kembali sejak reformasi, hingga akhirnya pemerintahan Presiden SBY periode pertama membuat kedudukan BKKBN diturunkan di bawah koordinasi menteri kesehatan dan bukan lagi Badan Koordinasi tapi menjadi Badan Kependudukan.

Hal ini pun membuat BKKBN tak bisa leluasa bergerak. Bahkan di daerah-daerah, sejalan dengan otonomi daerah, banyak kantor BKKBN ditutup atau digabung dengan instansi lain tanpa kejelasan tugas. Pembagian kontrasepsi diserahkan Dinas Kesehatan sehingga kelanjutan program KB pun jadi tersendat.

Dianggap Menghasilkan Uang

Tahukah kamu, bagi sebagian orang di AS, ada kata OK Boomer dimana maksudnya adalah cara potensial untuk mendapatkan uang. Hal ini diungkapan dan viral pada November 2020 melalui sebuah video yang beredar di platform media sosial TikTok.

Dalam video tersebut diperlihatkan seorang pria paruh baya yang mengatakan bahwa milenial dan generasi z adalah orang-orang yang tidak mau dewasa, karena masih saja percaya bahwa mimpi-mimpi utopis (seperti kesetaraan absolut) bisa terwujud di dunia.

Nah, OK Boomer ini muncul sebagai ungkapan sarkastik dari generasi z dan milenial untuk merespons sikap generasi baby boomer, dimana mereka yang berusia 55-73 tahun atau lahir pada pertengahan 1940-an hingga pertengahan 1960-an.

Mereka menganggap generasi baby boomers suka menggurui dan kurang relevan untuk zaman sekarang. Popularitas ejekan OK Boomer ini bahkan telah diolah jadi meme yang terinspirasi dari kejadian sehari-hari.

Misalnya, gambar orangtua yang mengatakan kepada anaknya bahwa rambut anak perempuan seharusnya panjang, perempuan muda tidak seharusnya mengonsumsi pil kontrasepsi, pernyataan bahwa aborsi adalah tindakan yang keliru, hingga anggapan bahwa pelaku kekerasan seksual tidak akan bertindak bila korban tidak memancing dan tetap jadi perempuan baik-baik.

Fox Media bahkan mengajukan lisensi merek dagang karena ingin merilis acara TV berjudul OK Boomer yang bercerita tentang jurang antar-generasi. Rencananya acara tersebut akan terdiri dari permainan, kompetisi, dan tayangan komedi.

Baby Boomers Akibat Pandemi Covid-19

Uniknya, banyak ahli mengungkapkan bahwa baby boomers akan terjadi di tahun-tahun ke depan sebagai dampak dari pandemi covid-19. Angka kelahiran yang melonjak, bahkan pernikahan yang ada dimana-mana.

Hal ini terjadi karena biaya yang rendah ini menjadi salah satu alasan dugaan baby boomers akan terjadi lagi. Kendati demikian, diharapkan banyaknya angka kelahiran ini tidak serta-merta menjadi bumerang bagi keluarga karena keadaan ekonomi yang makin sulit sejak awal pandemi di tahun 2020 silam.

Sumber:

https://historia.id/sains/articles/baby-boom-Pd9k6/page/3

https://campuspedia.id/news/baby-boomers-millennial-hingga-generasi-alpha-kamu-generasi-yang-mana/

https://tirto.id/ok-boomer-dan-alasan-kenapa-baby-boomers-dianggap-menyebalkan-enkA

Share to your beloved people

Leave a Reply

9 + 9 =